Produser movie Garuda di Dadaku Shanty Harmayn (kedua dari kanan) saat ditemui media usai screening berbareng Kementerian Ekraf di Jakarta, Kamis (4/6/2026)(ANTARA/Fitra Ashari)
PRODUSER film Shanty Harmayn menegaskan bahwa kehadiran format animasi dari Kekayaan Intelektual (IP) Garuda di Dadaku merupakan bukti nyata bahwa kualitas animator original Indonesia telah mencapai standar daya saing global. Hal ini disampaikannya menyusul pencapaian membanggakan movie tersebut di kancah internasional.
"Talenta muda ini membuktikan bahwa keahlian animasi Indonesia tumbuh lebih baik," ujar Shanty usai aktivitas screening movie animasi Garuda di Dadaku di Jakarta, dikutip Sabtu (6/6)
Milestone Penting di Shanghai International Film Festival
Shanty mengungkapkan bahwa format baru ini telah mengantarkan Garuda di Dadaku versi animasi masuk ke dalam kejuaraan bergengsi Shanghai International Film Festival nan bakal diperlombakan pada bulan ini. Film tersebut sukses menembus nominasi kategori animasi melalui undangan langsung dari pemasok internasional.
Menurut Shanty, prestasi ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi industri imajinatif tanah air. "Ini adalah milestone nan sangat krusial bagi animasi Indonesia, ini pertama kalinya layar lebar animasi turut berkompetisi," tegasnya.
Kekuatan Kolaborasi Lokal:
- Total Animator: 500 orang dari beragam wilayah (Batam, Yogyakarta, Malang, Bali, Bogor, dan Jakarta).
- Kolaborasi Studio: Melibatkan 17 studio animasi, termasuk Imaji Studio, Manimonki, Leomotions, hingga Brown Bag Films Bali.
- Durasi Produksi: Memakan waktu pengerjaan selama tiga tahun.
Misi Menghidupkan Kembali IP Ikonik
Lebih lanjut, Shanty menjelaskan bahwa argumen di kembali transformasi Garuda di Dadaku ke dalam corak animasi adalah untuk menyegarkan kembali ingatan masyarakat terhadap IP besar Indonesia nan telah melekat kuat sejak jenis live action-nya dirilis pada 2009 dan 2011.
Melalui proyek ini, Shanty berambisi dapat memberikan referensi tontonan baru nan berbobot bagi anak-anak Indonesia, sekaligus merayakan semangat nasionalisme nan bertepatan dengan momen libur sekolah dan euforia Piala Dunia 2026. Keberhasilan menembus pasar dunia melalui pagelaran di Shanghai diharapkan menjadi pembuka jalan bagi karya-karya animasi lokal lainnya untuk berbincang lebih banyak di panggung dunia. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·