Rani Hardjanti
, Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |20:12 WIB

Setelah Tantangan Buka Puasa, Kini Menkes Hitung-hitungan Biaya Sahur Berprotein. (Foto: IG Budi G Sadikin)
JAKARTA - Alasan ekonomi nan kerap menjadi pertimbangan memilih menu sahur. Padahal, menu sahur sehat tidak selalu lebih mahal.
Setelah menantang buka puasa dengan nan manis alami ialah kurma, sekarang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kali ini menatang mencontohkan, komparasi sederhana biaya menu sehat.
Perbandingan itu diungkapkan setelah menyoroti kebiasaan makan sahur dengan mi instan dengan nasi. Menu itu sama-sama karbohidrat alias double karbo nan mempunyai akibat bagi gula darah, melonjak dan turun dengan cepat. Walhasil pada saat puasa bakal terasa lebih lapar.
Menkes pun memberikan hitung-hitngan, satu porsi mie instan dengan tambahan nasi putih rata-rata menghabiskan sekitar Rp10.000-Rp15.000, tergantung nilai di masing-masing wilayah dan tambahan lauk. Harga tersebut setara dengan seporsi nasi uduk sederhana di warung sekitar Rp13.000.
Sementara itu, pengganti sahur tinggi protein dan lemak baik bisa tetap terjangkau. Misalnya:
- Dua butir telur rebus sekitar Rp5.000
- Setengah buah alpukat ukuran sedang sekitar Rp7.500 (jika satu buah Rp15.000)
- Total biaya sahur sehat tersebut sekitar Rp12.500–Rp13.000.
“Dengan biaya nan kurang lebih sama, kandungan gizinya berbeda jauh. Protein dan lemak baik membikin rasa kenyang lebih lama dan gula darah lebih stabil,” jelasnya, seperti dikutip dari akun Instagramnya, Minggu (1/3/2026).
Mengapa Sahur Protein Lebih Tahan Lama?
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·