Nama penyanyi Ave the Artist mulai ramai diperbincangkan di industri musik Tanah Air. Setelah lagu “Nona” dan “MOKE” viral di beragam platform digital, musisi muda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu sekarang tengah menyiapkan rilisan baru nan disebut bakal menjadi kejutan berikutnya bagi para pendengar.
Popularitas Ave the Artist datang bukan lewat jalur instan. Ia membangun pekerjaan musiknya secara perlahan melalui karya-karya nan terasa personal, emosional, sekaligus mempunyai karakter kuat. Warna musik nan dibawanya pun mulai mendapat perhatian dari para penikmat musik.
Menariknya, perjalanan musik Ave tidak dimulai sebagai rapper. Ia lebih dulu dikenal sebagai gitaris dalam sebuah proyek musik berbareng teman-temannya di Kupang. Hingga akhirnya, seorang rekannya berjulukan Januarta mendorong dirinya untuk mulai mengisi bagian rap dan vokal.
Dari situ, Ave mulai menemukan identitas musikalnya sendiri dengan memadukan unsur rap, melodi, dan lirik emosional nan dekat dengan pengalaman personal. Sebelum memakai nama Ave the Artist, dia sempat menggunakan nama Pickle Beats sejak 2020 sebagai produser sekaligus rapper.
Keputusan mengganti nama pun dilakukan lantaran dia merasa identitas lamanya sudah tidak lagi merepresentasikan dirinya sebagai musisi saat ini.
Tahun 2025 menjadi salah satu fase krusial dalam perjalanan kariernya. Single “Nona” nan dirilis pada April 2025 sukses mencuri perhatian publik. Lagu bernuansa romantis dengan sentuhan hip-hop dan RnB itu apalagi meraih lebih dari 294 ribu penayangan di YouTube.
Ide Lagu MOKE
Kesuksesan itu tak membikin Ave berakhir bereksperimen. Pada November 2025, dia kembali merilis lagu “MOKE” berbareng GunZ.
Berbeda dari “Nona” nan terasa romantis, “MOKE” datang dengan daya nan lebih tajam. Lagu tersebut menjadi sindiran bagi orang-orang nan tidak senang memandang kesuksesan orang lain.
Judul “MOKE” sendiri terinspirasi dari minuman tradisional unik Flores berjulukan moke nan mempunyai rasa pahit. Simbolisme tersebut dipilih untuk menggambarkan suasana hati orang-orang nan iri terhadap pencapaian sesama.
"Ide dari lagu ini bukan soal mabuk-mabukan, tapi lebih ke rasanya pahit. Semacam penggambaran suasana hati orang-orang nan tidak senang dengan pencapaian orang lain," ujar Ave.
Lewat lagu tersebut, Ave juga mau memperkenalkan budaya Indonesia Timur kepada pendengar nan lebih luas. Nuansa lokal dipadukan dengan sentuhan musik modern menjadi salah satu identitas kuat dalam karya-karyanya.
Saat ini, Ave tengah mempersiapkan sebuah EP bertema cinta nan menjadi kelanjutan dari semesta “Nona”. Selain itu, dia juga sedang menggarap mixtape dengan beragam tema dan aliran musik.
Musikalitas Ave banyak dipengaruhi oleh musisi bumi seperti J. Cole, Mac Miller, hingga Smino. Meski begitu, akar musik Indonesia Timur tetap menjadi identitas utama nan membikin Ave the Artist tampil berbeda.
Jika “Nona” dan “MOKE” baru permulaan, rilisan terbaru Ave the Artist menjadi salah satu karya nan patut dinantikan para penikmat musik Indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·