Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan support Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penanganan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi, termasuk Sumatra Selatan (Sumsel).
Berdasarkan info per 23 Agustus 2026, terdapat 12.956 titik panas (hotspot) karhutla di Sumsel dengan luas lahan terbakar mencapai 1.926 hektare.
"Presiden Prabowo memastikan support pemerintah terus diperkuat untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya karhutla dengan beragam upaya," kata Teddy dikutip dari keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Untuk mempercepat proses pemadaman, Prabowo memerintahkan pengerahan dua helikopter patroli dan enam helikopter water bombing ke Sumsel. Pemerintah juga mengerahkan 11.567 personel dari beragam unsur untuk menangani karhutla.
"Mengerahkan 11.567 personel dari beragam unsur untuk penanganan karhutla," ujar Teddy.
Selain itu, Prabowo meminta 20 unit ekskavator segera dikirimkan ke Sumsel. Bantuan tersebut sesuai dengan permintaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel untuk mendukung pembuatan kanal dan sumber air.
Pemerintah juga didorong memperkuat tindakan awal di setiap titik hotspot. Salah satu upaya nan dikembangkan adalah penemuan ubi bombing alias tepuk serbuk berbahan baku ubi sebagai pengganti water bombing untuk membantu mengendalikan karhutla.
"Mengembangkan penemuan bahan pemadam berbahan baku ubi alias singkong," tutur Teddy.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·