Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster berjumpa di Kantor KLH Jakarta beberapa hari lalu.(Dok.Istimewa)
MENTERI Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster berjumpa di Kantor KLH Jakarta beberapa hari lalu. Pertemuan kedua figur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini guna membahas sejumlah langkah strategis penyelesaian persoalan sampah di Pulau Dewata. Hal ini disampaikan langsung Gubernur Bali Wayan Koster saat tiba di Bali.
Usai pertemuan di Jakarta, Gubernur Koster menjelaskan, berbareng Menteri LH membahas penanganan sampah di Bali termasuk rencana pembangunan PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik) di Denpasar Raya. "Pak Menteri LH komitmen, Provinsi Bali menjadi prioritas penyelesaian masalah sampah terlebih lantaran Bali merupakan lokasi wisata utama dunia," kata Gubernur Koster.
Gubernur Bali dua periode ini mengatakan, Menteri LH sangat mendukung langkah-langkah strategis penanganan sampah nan telah dilaksanakan Gubernur Bali dan jajarannya di Bali mulai dari hulu hingga hilir.
Koster juga mengatakan, Menteri LH bakal datang ke Bali 9 Juni 2026. Menteri bakal melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur dan Walikota/Bupati beserta jejeran mengenai dalam penanganan sampah. Termasuk membahas mengenai TPA Suwung dan pengolahan sampah menjadi daya listrik/PSEL. "Nanti Pak Menteri juga bakal meninjau lapangan ke ke TPA Suwung dan letak PSEL pada lahan Pelindo di Benoa," kata Koster.
Gubernur Koster dan Menteri Jumhur Hidayat mempunyai kedekatan emosional lantaran almamater ITB. Kedekatan ini memudahkan kedua sosok terbaik tanah air ini dalam menyamakan persepsi kebijakan dan upaya nyata nan kudu segera dilaksanakan untuk menuntaskan penyelesaian masalah sampah di Bali.
Sejumlah izin dan langkah nyata strategis mengenai pengelolaan sampah di Bali telah dijalankan Gubernur Koster dan jajarannya. Seperti aplikasi izin Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 (Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai), Pergub Bali No. 47 Tahun 2019 (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
Pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan semboyan pengelolaan sampah di Bali lantaran bisa mengurangi volume sampah organik ke TPA Suwung. Sehingga, saat PSEL beraksi bakal mendapat suplai sampah anorganik dan residu nan berbobot tanpa bercampur sampah organik. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·