Serius Bangun Jakarta, Rano Karno Sebut Revitalisasi Kota Tua Fokus di Zona Inti

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Sejumlah visitor menikmati suasana area Kota Tua di Jakarta, Senin (23/3/2026). Foto: Salma Talita/ ANTARA FOTO

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat penataan area sejarah melalui program revitalisasi nan terintegrasi.

​Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa kesungguhan tersebut ditandai dengan pembentukan tim unik hingga rencana dirinya untuk berkantor langsung di area Kota Tua.

​"Keseriusan ini ditandai dengan kita sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua, dan insyaallah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab bakal berkantor di Kota Tua. Mungkin dalam satu bulan lagi baru kita bakal pindah ke Kota Tua," kata Rano Karno di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4).

​Pria nan berkawan disapa Bang Doel ini menjelaskan bahwa proyek besar ini melibatkan tenaga mahir profesional, termasuk master nan sukses menata area Kota Lama Semarang.

​"Kita juga sudah melibatkan para master dan ahli, termasuk nan kemarin telah membantu membangun Kota Lama di Semarang. Itu Prof. Andi menjadi ketua tim revitalisasi Kota Tua. Di sini menandakan bahwa Pemprov DKI serius untuk melanjutkan revitalisasi Kota Tua," tegasnya.

Wakil Gubernur Rano Karno usai aktivitas Intimate Dialogue: Kota Tua Update di Balairung, Balaikota DKI Jakarta (9/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

​Terkait teknis pengerjaan, Rano menyebut bahwa strategi awal bakal difokuskan pada pembenahan area inti nan menjadi pusat sejarah Jakarta.

​"Jadi Kota Tua ini dibagi menjadi tiga zona. Ada area inti, ada area pengembangan, ada area penunjang. Nah nan bakal kita konsentrasi adalah di area intinya dulu. Ini luasnya nyaris 363 hektare, tapi jika area inti kira-kira hanya 80," ungkap Rano.

​Menurutnya, cakupan area inti tersebut meliputi titik-titik ikonik seperti area museum hingga alun-alun utama nan selama ini menjadi pusat kunjungan wisatawan.

​"Zona inti ini juga termasuk nan namanya Museum Bahari itu area inti. Kemudian jika alun-alun Fatahillah teman-teman tahulah. Jadi artinya itu bagian area inti," tambahnya.

​Dalam fase awal revitalisasi di area tersebut, Pemprov DKI memprioritaskan penyediaan akomodasi pendukung seperti area parkir dan penataan pedagang kaki lima (PKL).

​"Bahkan nan bakal menjadi prioritas kita pertama ialah membangun area parkir dan untuk teman-teman PKL kita. Tentu kudu kita berikan akomodasi namun kudu kita atur," jelas Rano.

​Langkah ini bermaksud untuk memastikan suasana area tetap terjaga dengan estetika nan baik tanpa menghilangkan mata pencaharian masyarakat lokal.

​"Agar suasana Kota Tua itu tidak terganggu tapi PKL tetap menjadi bagian kehidupan masyarakat itu sendiri," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan