Ilustrasi(Magnific)
BANYAK orang memilih menggunakan earbuds saat tidur untuk mendengarkan musik, white noise, bunyi hujan, alias audio menenangkan lainnya. Cara ini dianggap dapat membantu tubuh lebih rileks dan mempercepat proses tidur, terutama bagi mereka nan susah terlelap akibat stres alias lingkungan nan bising.
Namun, apakah tidur dengan earbuds tetap terpasang kondusif bagi kesehatan? Menurut para ahli, jawabannya tidak sesederhana ya alias tidak. Kebiasaan tersebut memang mempunyai beberapa manfaat, tetapi juga menyimpan sejumlah akibat nan perlu diperhatikan.
Mengutip Cleveland Clinic, audiolog Valerie Pavlovich Ruff, AuD, menjelaskan bahwa penggunaan earbuds saat tidur pada dasarnya bisa dilakukan, tetapi keamanannya sangat berjuntai pada langkah penggunaannya.
Manfaat Menggunakan Earbuds Saat Tidur
Salah satu argumen utama banyak orang menggunakan earbuds saat tidur adalah kemampuannya meredam bunyi dari lingkungan sekitar. Bagi mereka nan tinggal di area ramai alias mempunyai pasangan nan mendengkur, earbuds dapat membantu menciptakan suasana nan lebih tenang sehingga tidur menjadi lebih nyaman.
Selain itu, mendengarkan bunyi nan menenangkan juga dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Musik lembut, bunyi alam, alias white noise sering digunakan sebagai sarana untuk mengurangi stres dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.
Penggunaan earbuds juga dapat membantu sebagian orang nan mengalami tinnitus, ialah kondisi telinga berdenging. Suara nan diputar melalui earbuds dapat menyamarkan dengingan tersebut sehingga penderitanya lebih mudah tertidur.
Tak hanya itu, kebiasaan mendengarkan audio sebelum tidur juga dapat menjadi bagian dari rutinitas malam nan konsisten. Rutinitas nan teratur diketahui menjadi salah satu aspek krusial dalam menjaga kualitas tidur.
Risiko Gangguan Pendengaran Mengintai
Meski menawarkan sejumlah manfaat, penggunaan earbuds saat tidur bukan tanpa risiko. Salah satu akibat nan paling dikhawatirkan adalah gangguan pendengaran akibat paparan bunyi dalam jangka waktu lama.
Jika volume audio diputar terlalu keras dan terus terdengar sepanjang malam, telinga dapat mengalami kerusakan secara bertahap. Bahkan, bunyi dengan intensitas sangat tinggi diketahui bisa menyebabkan kerusakan pendengaran hanya dalam waktu singkat.
Karena itu, para mahir menyarankan agar volume audio dijaga tetap rendah saat menggunakan earbuds menjelang tidur.
Dapat Menyebabkan Penumpukan Kotoran Telinga
Earbuds nan menempel langsung di dalam saluran telinga juga dapat memicu penumpukan kotoran telinga alias serumen. Penggunaan dalam waktu lama berpotensi mendorong kotoran masuk lebih dalam sehingga menimbulkan sensasi telinga tersumbat, gangguan pendengaran sementara, hingga telinga berdenging.
Pada beberapa kasus, penumpukan kotoran nan terlalu banyak apalagi memerlukan penanganan tenaga kesehatan untuk membersihkannya.
Risiko Infeksi Telinga
Dampak lain nan perlu diwaspadai adalah meningkatnya akibat jangkitan telinga. Kondisi ini dapat terjadi lantaran earbuds memerangkap kelembapan di dalam saluran telinga, terutama jika digunakan setelah mandi alias saat telinga tetap basah.
Lingkungan nan hangat dan lembap menjadi tempat ideal bagi kuman untuk berkembang. Akibatnya, akibat jangkitan telinga bagian luar alias swimmer’s ear dapat meningkat. Selain itu, earbuds nan jarang dibersihkan juga berpotensi menjadi sarang kuman lantaran menumpuk kotoran telinga, minyak kulit, keringat, dan debu.
Menimbulkan Nyeri dan Iritasi
Bagi orang nan terbiasa tidur dengan posisi miring, penggunaan earbuds dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Tekanan nan terjadi secara terus-menerus pada telinga sepanjang malam bisa menyebabkan nyeri, iritasi, apalagi lecet pada kulit saluran telinga.
Risiko ini bakal semakin besar jika ukuran earbuds tidak sesuai alias bentuknya terlalu keras untuk digunakan dalam waktu lama.
Mengurangi Kewaspadaan Saat Terjadi Keadaan Darurat
Penggunaan earbuds, terutama nan dilengkapi fitur peredam bising alias noise-cancelling, juga dapat mengurangi keahlian seseorang mendengar bunyi di sekitarnya.
Akibatnya, pengguna mungkin tidak menyadari adanya bunyi alarm, panggilan telepon penting, alias situasi darurat nan memerlukan respons cepat. Faktor keselamatan inilah nan menjadi salah satu argumen kenapa penggunaan earbuds saat tidur perlu dilakukan dengan hati-hati.
Apa Alternatif nan Lebih Aman?
Menurut para ahli, headphone nirkabel nan menutupi telinga alias perangkat unik untuk tidur bisa menjadi pilihan nan lebih baik dibandingkan earbuds. Pasalnya perangkat ini tidak masuk ke dalam saluran telinga.
Namun, jika tujuan utamanya hanya untuk mendengarkan musik alias bunyi relaksasi, penggunaan speaker eksternal di dekat tempat tidur dinilai sebagai pilihan paling aman. Cara ini dapat mengurangi tekanan pada telinga, menekan akibat infeksi, serta memudahkan pengaturan volume dan lama pemutaran audio.
Tips Aman Jika Tetap Ingin Menggunakan Earbuds Saat Tidur
Bagi nan tetap mau tidur menggunakan earbuds, ada beberapa langkah nan dapat dilakukan untuk mengurangi akibat kesehatan, yaitu:
- Menjaga volume tetap rendah, idealnya tidak lebih dari separuh volume maksimum.
- Menggunakan fitur timer agar audio berakhir otomatis setelah tertidur.
- Menghindari mode noise-cancelling saat tidur.
- Membersihkan earbuds secara rutin untuk mencegah penumpukan kuman dan kotoran.
Tidur menggunakan earbuds tidak selalu berbahaya. Dalam kondisi tertentu, perangkat ini apalagi dapat membantu seseorang lebih mudah tertidur dengan menciptakan suasana nan tenang dan rileks. Namun, penggunaan nan tidak tepat dapat meningkatkan akibat gangguan pendengaran, penumpukan kotoran telinga, infeksi, iritasi, hingga berkurangnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, krusial untuk menggunakan earbuds secara bijak, menjaga kebersihannya, serta memperhatikan volume dan lama penggunaan agar faedah nan diperoleh tidak berubah menjadi masalah kesehatan di kemudian hari. (Cleaveland Clinic/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·