Sering Minta Antibiotik Tiap Sakit? Ini yang Harus Diketahui sebelum Meminumnya

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ilustrasi obat-obatan. Pexels/Towfiqu barbhuiya

Kamu pernah kepikiran buat minum antibiotik tiap kali sakit, alias apalagi pernah membelinya tanpa resep? Hati-hati, antibiotik bukan sembarang obat, lho. Ada beberapa perihal nan perlu Anda tahu sebelum mengonsumsi obat ini.

Dari info Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tercatat bahwa 19,4% masyarakat Indonesia pernah membeli antibiotik tanpa resep hanya untuk indikasi umum seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, alias diare.

Memangnya kenapa sih, gak boleh asal pakai antibiotik buat gejala-gejala seperti tadi? Sebelum menemukan jawabannya, yuk kenalan dulu sama antibiotik.

Antibiotik, Sang Pahlawan Pemberantas Bakteri

Ilustrasi antibiotik dalam kemasan. Pexels/Etatics Inc.

Antibiotik itu golongan obat nan kerjanya membunuh alias menghalang pertumbuhan bakteri, baik nan berasal dari mikroorganisme alami maupun nan dibuat sintetis di lab. Bisa dibilang, antibiotik ini semacam pahlawan nan tugasnya unik memberantas bakteri.

Gimana caranya si pahlawan ini beraksi? Menurut studi di jurnal Frontiers in Pharmacology (2024), antibiotik punya beberapa "senjata": ada nan menghentikan penggandaan DNA bakteri, menghalang pembentukan protein nan dibutuhkan kuman untuk hidup, merusak tembok selnya, sampai mengganggu metabolisme masam folatnya. Senjatanya memang berbeda-beda, tapi tujuannya tetap sama, ialah menghentikan kuman penyebab infeksi.

Kenapa Gak Mempan untuk Flu?

Ilustrasi seseorang mengalami indikasi flu. Pexels/Andrea Piacquadio

Nah, masalahnya, gak semua penyakit disebabkan oleh bakteri. Flu, batuk, dan pilek nan paling sering bikin orang buru-buru minta antibiotik itu justru kebanyakan disebabkan oleh virus. Padahal antibiotik hanya "dilatih" untuk melawan bakteri.

Alasannya sederhana: virus itu gak punya tembok sel, gak punya ribosom (mesin kreator protein), dan gak punya jalur metabolisme sendiri seperti bakteri. Jadi, "sasaran tembak" nan biasa dipakai antibiotik itu sama sekali gak ada di tubuh virus, makanya percuma jika dipakai untuk melawan flu.

Sayangnya, info SKI 2023 menunjukkan baru 28,7% orang nan tahu kebenaran bahwa antibiotik hanya bertindak untuk jangkitan bakteri. Ketidaktahuan inilah nan menjadi salah satu pemicu munculnya resistensi.

Ancaman Bakteri "Kebal" dan Rusaknya Bakteri Baik

Ilustrasi kultur kuman di laboratorium. Pexels/Wassily Kandark

Apa nan terjadi jika kita asal pakai antibiotik alias berakhir minum sebelum lenyap hanya lantaran merasa sudah enakan?

Bakteri nan belum meninggal sepenuhnya bisa beradaptasi dan berubah menjadi lebih kebal. Secara sederhana, inilah nan disebut resistensi antibiotik: kondisi ketika kuman berubah sehingga antibiotik nan sebelumnya ampuh, jadi gak mempan lagi. Bakteri bisa "melawan" dengan beragam cara, misalnya memproduksi enzim nan merusak antibiotik, alias mengubah corak targetnya sendiri sampai obatnya gak bisa lagi mengenali si bakteri.

Selain bikin kuman jahat makin kebal, pakai antibiotik sembarangan juga punya pengaruh samping lain. Studi di Chinese Medical Journal (2019) menunjukkan jika antibiotik gak hanya membunuh kuman penyebab penyakit, tetapi juga kuman baik nan ada di usus kita. Akibatnya, keseimbangan mikrobiota usus jadi terganggu, dan bisa memicu diare, gangguan pencernaan, sampai bikin tubuh lebih rentan terkena jangkitan lain.

Jadi, Apa nan Harus Dilakukan?

Ilustrasi konsultasi ke master sebelum minum antibiotik. Pexels/cottonbro studio

Melihat risikonya nan gak main-main, yuk mulai lebih bijak soal antibiotik. Konsultasi terlebih dulu ke master alias apoteker sebelum mikirin minum antibiotik, dan jangan membelinya sendiri tanpa resep. Kalau sudah diresepkan, habiskan sesuai anjuran, meskipun sudah merasa mendingan.

Keputusan mini nan kita ambil hari ini menentukan apakah antibiotik tetap bisa menjadi penyelamat nyawa kita di masa depan, alias justru kehilangan taringnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan