Niko Prayoga
, Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |09:05 WIB

Ilustrasi prank tarik kursi. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA — Tren kelakar alias prank menarik bangku saat seseorang hendak duduk tetap sering dijumpai di lingkungan sekolah maupun tempat kerja. Meski sering dianggap sekadar lelucon balasan, tindakan ini menyimpan ancaman fatal nan dapat menakut-nakuti keselamatan jiwa hingga menyebabkan abnormal permanen bagi korbannya.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya menegaskan bahwa akibat bentuk dari tumbukan akibat tarik bangku sangat ekstrem. Saat bangku ditarik secara tiba-tiba, tubuh korban bakal terhempas ke lantai tanpa persiapan, menciptakan daya tumbukan besar nan berpusat pada area tubuh vital.
“Prank tarik bangku ini memang luar biasa berbahaya! Jadi kalo orang lagi mau duduk di bangku dan tiba-tiba ditarik, maka orang itu bakal jatuh dengan kecepatan tinggi dalam jarak nan pendek dengan tumbukan terbesar mengenai area panggul nan kemudian style benturannya bakal diteruskan ke tulang belakang,” tulis dr. Adam, dikutip Minggu (30/8/2026).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa rambatan style tumbukan dari panggul menuju tulang belakang berpotensi merusak sistem saraf pusat nan berada di dalamnya. Struktur saraf ini memegang peranan kunci dalam mengontrol seluruh mobilitas dan sensasi organ tubuh.
“Nah di tulang belakang itu ada sumsum tulang belakang nan merupakan jalur utama komunikasi saraf antara otak dan seluruh tubuh. Gangguan pada area tersebut bisa menyebabkan keluhan saraf, mulai dari kesemutan, meninggal rasa, hingga kelumpuhan,” paparnya.
Risiko Cedera Berat hingga Kelumpuhan Permanen
Ilustrasi kelumpuhan. (Foto: dok Magnific/jcomp)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·