Sering Begadang Demi Dracin? Waspadai Gangguan Kualitas Tidur Anda

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Sering Begadang Demi Dracin? Waspadai Gangguan Kualitas Tidur Anda Kebiasaan menonton drama China (dracin) hingga larut malam merusak kualitas tidur.(Dok. Magnific)

KEBIASAAN menonton drama China (dracin) hingga larut malam sering kali membikin seseorang terjebak dalam siklus "satu bagian lagi" nan berujung pada hilangnya rasa kantuk. Fenomena ini bukan sekadar masalah jam tidur nan berkurang, melainkan gangguan kualitas istirahat nan membikin tubuh tetap terasa capek saat bangun pagi.

Banyak orang mengira rasa capek hanya disebabkan oleh waktu tidur nan terlalu larut. Namun, masalah utamanya terletak pada kualitas tidur nan tidak optimal. Meskipun durasi tidur dirasa cukup, kebiasaan menonton hingga awal hari dapat menyebabkan seseorang susah berkonsentrasi dan merasa mengantuk sepanjang hari berikutnya.

Berdasarkan info dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tidur berbobot bukan hanya soal durasi, melainkan gimana tidur tersebut terasa utuh dan menyegarkan. Tanda tidur nan jelek meliputi susah terlelap, sering terbangun di malam hari, dan tetap merasa capek meski sudah tidur lama. Hal ini terjadi lantaran tubuh belum melakukan transisi dari kondisi aktif ke kondisi tenang.

Menonton dracin memicu pikiran tetap aktif mengikuti alur cerita dan menanti kelanjutan adegan. Kondisi mental nan terus terstimulasi ini membikin tubuh susah untuk betul-betul rileks saat akhirnya berbaring. Akibatnya, proses menuju tidur nyenyak menjadi tersendat lantaran otak tetap bekerja memproses info dari layar.

Untuk mengatasi perihal ini, CDC merekomendasikan agar perangkat elektronik dimatikan setidaknya 30 menit sebelum tidur. Selain itu, disarankan untuk menyiapkan diri memasuki waktu rehat sekitar 1,5 jam sebelumnya dengan rutinitas nan lebih santuy guna menenangkan pikiran.

Dalam jangka pendek, pola ini bakal membikin bangun pagi terasa berat dan konsentrasi berkurang. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat merusak ritme rehat tubuh secara permanen. Mengatur pemisah waktu layar dan memberikan jarak bagi pikiran adalah langkah kunci agar intermezo tidak mengorbankan kesehatan jangka panjang.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia