Serangan Udara Israel Hantam Kamp Pengungsi Al-Shati di Gaza

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Serangan Udara Israel Hantam Kamp Pengungsi Al-Shati di Gaza Warga Gaza.(Al Jazeera)

SERANGAN udara Israel menghantam suatu gedung kediaman di kamp pengungsi Kota Gaza pada Rabu (9/9). Rekaman video menunjukkan kobaran api dan asap tebal membubung dari blok apartemen bertingkat di kamp Al-Shati nan padat masyarakat di bagian utara kota tersebut.

Warga setempat melaporkan bahwa serangan terjadi setelah militer Israel memberikan peringatan untuk mengevakuasi area di sekitar ujung Jalan Hamid. Hingga buletin ini diturunkan, belum ada laporan segera mengenai jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut.

Kamp Al-Shati, nan juga dikenal sebagai Beach Camp, terletak di pesisir Mediterania. Wilayah ini didirikan pada tahun 1948 untuk menampung penduduk Palestina nan terusir selama perang Arab-Israel.

Meski tetap disebut sebagai kamp pengungsi, area ini sekarang telah berkembang menjadi area perkotaan nan padat. Berdasarkan info UNRWA tahun 2023, Al-Shati menjadi rumah bagi sekitar 90.000 orang.

Pelanggaran Kesepakatan Damai

Serangan ini terjadi di tengah situasi politik nan kompleks. Tahun lalu, Hamas dan Israel sebenarnya sepakat untuk menghentikan perang setelah menerima rencana perdamaian 20 poin dari Donald Trump. Rencana tersebut mencakup penangguhan seluruh operasi militer, termasuk pengeboman udara dan artileri.

Namun, Israel terus melakukan serangan terarah nan diklaim menyasar personil Hamas. Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukan unik menangkap Moein Muhammad al-Arabid, kepala dinas keamanan internal Hamas, dalam operasi darat di Kota Gaza.

Netanyahu menuduh al-Arabid berupaya memulihkan pemerintahan Hamas di Gaza dan melakukan penipuan mengenai demiliterisasi wilayah tersebut. Namun, operasi tersebut menyantap korban sipil.

Dokter mengatakan kepada BBC bahwa setidaknya empat penduduk Palestina, termasuk dua anak-anak dan seorang perempuan, tewas dalam penyergapan itu. Hamas mengecam serangan tersebut sebagai kejahatan berat dan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.

Eskalasi Korban Sipil

Rentetan kekerasan terus bersambung dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu, serangan Israel menewaskan seorang laki-laki dan putrinya nan berumur delapan tahun di Gaza City bagian barat. Direktur Rumah Sakit Al Shifa, Mohamed Abu Selmia, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan enam orang lain luka-luka.

Juru bicara militer Israel berkilah bahwa pasukannya menargetkan seorang anggota Hamas dan tetap menyelidiki hasil dari serangan tersebut. Tak lama berselang pada hari nan sama, dua serangan terpisah kembali menewaskan dua orang lain, termasuk seorang bocah laki-laki berumur tiga tahun nan sedang berlindung di sekolah nan menampung family pengungsi di Kota Gaza. (The Telegraph/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia