Kondisi Gaza terkini(The Guardian)
SEDIKITNYA delapan orang tewas dalam serangan udara Israel nan menghantam Kota Gaza pada Kamis (4/6) awal hari waktu setempat. Di saat nan sama, Hamas memutuskan menunda pertemuan dengan para mediator di Mesir hingga akhir pekan sembari menuntut penghentian operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Bassal mengatakan tujuh korban meninggal bumi akibat serangan nan menyasar gedung permukiman di Kota Gaza.
Satu korban lainnya tewas dalam serangan di Kamp Pengungsi Al-Shati, wilayah barat kota tersebut. Serangan juga menyebabkan sedikitnya 15 orang terluka dan dirawat di Rumah Sakit Al-Shifa. "Sedikitnya delapan syuhada gugur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza saat fajar," kata Bassal.
Kekerasan tetap terus berjalan meski kesepakatan gencatan senjata secara resmi bertindak sejak Oktober tahun lalu. Sebagian besar wilayah Gaza tetap berada di bawah kendali militer Israel.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, sedikitnya 936 penduduk Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Data tersebut selama ini juga kerap dijadikan rujukan oleh PBB.
Kebuntuan juga tetap membayangi proses transisi menuju fase kedua gencatan senjata nan semestinya mencakup pelucutan senjata Hamas dan penarikan berjenjang pasukan Israel dari Gaza. Proses itu belum menunjukkan kemajuan berfaedah selama beberapa bulan terakhir.
Situasi semakin memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lampau mengumumkan perintah kepada militer untuk menguasai 70% wilayah Jalur Gaza.
Dalam perkembangan lain, Hamas memutuskan menunda pertemuan dengan para mediator nan sedianya digelar di El-Alamein, Mesir, pada Rabu waktu setempat. Pertemuan tersebut semula bakal mempertemukan delegasi Hamas nan dipimpin kepala negosiator Khalil al-Hayya dengan sejumlah faksi Palestina serta mediator dari Mesir, Turki, dan Qatar.
Menurut sumber, Hamas meminta penundaan lantaran menilai perbincangan tidak bakal menghasilkan kemajuan selama serangan Israel tetap berlangsung. Juru bicara Hamas Taher al-Nunu mengatakan organisasinya saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan para mediator untuk memastikan adanya hasil nyata di lapangan.
"Para mediator kudu memaksa pendudukan Israel menghentikan pembunuhan, pemboman, dan kelaparan nan terjadi di Gaza," tegas Al-Nunu.
Hamas mendesak agar Komite Nasional Administrasi Gaza, badan beranggotakan 15 orang nan dibentuk berasas kesepakatan gencatan senjata, segera diizinkan masuk ke wilayah Gaza untuk menjalankan tugasnya.
Hamas selama ini menyatakan tidak menutup kemungkinan menyerahkan sebagian persenjataannya tetapi hanya dalam kerangka proses politik Palestina nan lebih luas. Sementara itu, Israel tetap menuntut pelucutan senjata penuh. (AFP/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·