Jakarta -
Gunung Anak Krakatau tetap mengalami erupsi. Gunung ini telah mengalami perubahan morfologi sejak erupsi 2018.
Perubahan morfologi ini diunggah oleh akun IG Badan Geologi, Kementerian ESDM, Selasa (8/9/2026). Penampakan corak gunung itu digambarkan lewat ilustrasi morfologi gunung pada tahun 2019, 2020, 2021 dan 2024.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam gambar tersebut, tampak perubahan tubuh gunung dari tahun ke tahun. Ada pertumbuhan tubuh gunung sejak erupsi 22 Desember 2018.
Sebagai diketahui, tahun 22 Desember 2018 pernah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi ini membikin tubuh gunung runtuh dan memicu tsunami.
Seperti Ini Perubahan Bentuk Tubuh Gunung Anak Krakatau dari Tahun ke Tahun Foto: (Badan Geologi)
Badan Geologi memastikan bahwa tubuh gunung nan terbentuk kembali tetap relatif kecil. Hal ini tidak bakal membikin keruntuhan tubuh gunung nan memicu tsunami.
"Berdasarkan hasil pertimbangan hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau nan terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 tetap relatif mini dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala nan dapat memicu tsunami," tulis Badan Geologi dalam keterangannya unggahan tersebut.
Badan Geologi terus memantau perubahan morfologi ini secara intensif. Sampai saat ini, Gunung Anak Krakatau tetap dalam status Level III alias Siaga.
"Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif. Hingga saat ini, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau tetap dalam Level III (Siaga)," lanjutnya.
Sempat Erupsi 17 Detik
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau erupsi lagi siang ini. Erupsi terekam selama 17 detik.
Dilansir situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi siang ini, pukul 11.34 WIB, Selasa (8/9/2026). Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 55 mm.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 11:34 WIB," tulis PVMBG.
Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan lama 17 detik.
(rdp/imk)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·