Populer: Pemerintah Lunasi Kewajiban BLBI; Tarik Utang Baru Rp 506 T

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sejumlah duit kertas rupiah Indonesia difoto di sebuah tempat penukaran mata duit di Jakarta, Kamis (4/6/2026), setelah nilai tukar rupiah melemah hingga melampaui nomor 18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Pelunasan seluruh tanggungjawab utang BLBI oleh pemerintah menjadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Jumat (18/9). Selain itu, pemerintah juga melaporkan penarikan utang baru sebesar Rp 506 triliun hingga Agustus 2026. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:

Pemerintah Lunasi Utang BLBI, Total Obligasi Krisis Capai Rp 640 T

Pemerintah akhirnya resmi melunasi seluruh tanggungjawab pembayaran surat utang negara mengenai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) peninggalan krisis finansial 1997-1998 pada Agustus 2026. Langkah ini sukses dituntaskan berkah sokongan biaya dari surplus Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 55 triliun nan disetorkan langsung ke kas negara.

Dengan pelunasan ini, sejarah panjang penyelesaian beban finansial masa lampau resmi berakhir, nan sekaligus mendongkrak realisasi pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) melonjak dari sasaran awal Rp 1,8 triliun menjadi Rp 58 triliun.

Secara historis, penanganan krisis moneter nyaris tiga dasawarsa lampau tersebut memaksa pemerintah menerbitkan total obligasi dengan nilai dahsyat mencapai Rp 640 triliun. Penyelesaian utang dilakukan secara bertahap, di mana obligasi rekapitalisasi telah rampung diselesaikan pada Juli 2020, sementara obligasi unik BLBI menyusul tuntas pada Agustus 2026.

Keberhasilan penyelesaian utang ini merefleksikan hasil positif dari koordinasi kebijakan fiskal dan moneter nan solid antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat Konferensi Pers APBN KiTa jenis September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Di sisi lain, Kementerian Keuangan melaporkan penarikan utang baru mencapai Rp 506 triliun hingga akhir Agustus 2026, alias setara dengan 60,8 persen dari sasaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 832,2 triliun. Pembiayaan utang neto ini terdiri dari publikasi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 527,4 triliun dan pinjaman neto minus Rp 21,4 triliun.

Meskipun pasar finansial dunia diwarnai ketidakpastian, pasar SBN domestik dinilai tetap solid dengan spread SBN 10 tahun rupiah berada di level 120 pedoman poin dan spread dengan negara pembanding sebesar 217 pedoman poin, nan efektif menarik aliran modal asing.

Sementara itu, realisasi shopping kembang utang tercatat telah menyerap biaya APBN sebesar Rp 394,2 triliun, dengan porsi dalam negeri mendominasi senilai Rp 366,4 triliun dan luar negeri sebesar Rp 27,8 triliun. Selain pengelolaan utang, pemerintah juga merealisasikan pembiayaan investasi senilai Rp 62,6 triliun hingga akhir Agustus 2026 guna mendukung program ketahanan pangan lewat Bulog, pembiayaan pendidikan LPDP, serta sektor prasarana lainnya.

Pemerintah optimistis strategi pembiayaan hingga akhir tahun bakal tetap terjaga di bawah sasaran defisit APBN sebesar 2,85 persen terhadap PDB.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan