Sepekan Terakhir, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih dari 8 Persen

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Ilustrasi kilang minyak di tengah laut. Foto: Shutterstock

Harga minyak bumi turun pada penutupan perdagangan Jumat (11/9). Meski demikian, secara keseluruhan nilai minyak bumi tetap naik lebih dari 8 persen dalam sepekan terakhir.

Dikutip dari Reuters pada Senin (14/9), perjanjian berjangka minyak mentah Brent ditutup turun USD 3,02 alias 2,81 persen menjadi USD 104,61 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD 2,43 alias 2,37 persen menjadi USD 100,05 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya, pada Kamis (10/9), nilai Brent dan WTI melonjak lebih dari 6 persen imbas meningkatnya serangan terhadap kapal di area Selat Hormuz. Namun memasuki Jumat, para pelaku pasar mulai mengevaluasi kembali akibat nan ada.

“Hal-hal nan memicu kepanikan kemarin mulai mereda hari ini. Pertanyaannya, apakah pasar bakal tetap tenang sepanjang akhir pekan? Biasanya hal-hal seperti ini terjadi saat akhir pekan,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Ladang minyak Aramco di Gurun Rub' al Khali, Shaybah, Arab Saudi, 12 Januari 2024. Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed

Perkembangan lain juga terjadi di Arab Saudi. Citra satelit menunjukkan adanya asap pada Kamis di sekitar jalur pipa East-West Pipeline milik Arab Saudi, prasarana krusial nan menjadi jalur pengganti kerajaan untuk mengekspor minyak mentah tanpa melewati Selat Hormuz.

Sejumlah laporan apalagi menyebut stasiun pompa di jalur pipa tersebut mengalami kerusakan akibat serangan militan nan berafiliasi dengan Iran.

Di sisi produksi, Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan produksi minyak mentah Arab Saudi turun 2,3 juta barel per hari (bpd) secara bulanan menjadi 6 juta bpd pada Agustus, nomor terendah dalam lebih dari 3 dekade.

Sementara di Amerika Serikat (AS), gangguan pasokan minyak akibat perang Iran nan diperparah oleh serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia turut mendorong nilai rata-rata diesel nasional AS menembus USD 6 per galon untuk pertama kalinya pada Kamis lalu.

“Diesel dan produk olahan lainnya kemungkinan bakal mengalami tekanan kenaikan nan lebih besar dibandingkan nilai minyak mentah secara keseluruhan,” kata Tim Waterer, kepala analis pasar KCM Trade.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan