Sensus Ekonomi 2026: KDM Dapat Pendapatan sebagai Content Creator

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 KDM Dapat Pendapatan sebagai Content Creator Petugas melakukan sensus ekonomi kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.(Antara)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku memiliki sejumlah lini usaha, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga ekonomi imajinatif digital. Fakta tersebut muncul saat Dedi menjadi responden dalam penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. 

Pendataan tersebut berjalan di kediaman pribadinya, Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu (21/6). Dedi mengungkapkan bahwa dirinya aktif mengelola sektor pertanian dan peternakan nan produktif.

"Ya ada upaya peternakan, ratusan domba dan sapi. Ada juga sawah, ya hasilnya dijual," ujar Dedi saat menjawab pertanyaan petugas Sensus Ekonomi mengenai sumber pendapatan dan aktivitas usahanya.

Rambah Dunia Digital sebagai Content Creator

Selain sektor agraris, laki-laki nan berkawan disapa KDM itu juga mengakui keterlibatannya dalam ekonomi digital sebagai kreator konten alias content creator. Meski mempunyai pengaruh besar di media sosial, dia menjelaskan bahwa aktivitas imajinatif tersebut dijalankan tanpa akomodasi instansi formal.

Saat dikonfirmasi petugas mengenai prasarana pendukung usahanya, Dedi menegaskan tidak mempunyai gedung instansi unik untuk aktivitas pembuatan konten tersebut. Selain itu, dia menyebut mempunyai sejumlah lahan, namun lahan-lahan tersebut tidak untuk disewakan melainkan dikelola secara mandiri.

Target Sensus Ekonomi di Jawa Barat

Proses pendataan terhadap Gubernur Jabar ini disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Sonny menjelaskan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah dengan cakupan sensus nan sangat besar mengingat kepadatan penduduknya.

BPS menargetkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat dapat mencatat sekitar 5,54 juta pelaku upaya dan menjangkau 17,7 juta keluarga. Untuk mencapai sasaran tersebut, BPS menerjunkan sebanyak 40.573 petugas nan tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Jumlahnya sangat banyak, pelaku upaya mencapai jutaan lantaran Jawa Barat ini penduduknya memang cukup banyak," kata Sonny.

Metode Door-to-Door untuk Lacak Usaha Digital

Sonny menekankan bahwa penyelenggaraan sensus dilakukan dengan metode door-to-door alias mendatangi rumah penduduk satu per satu. Langkah ini dinilai krusial untuk memotret realitas ekonomi saat ini, terutama mengenai menjamurnya upaya digital nan seringkali tidak terlihat secara fisik.

"Hal tersebut kudu dilakukan untuk mengetahui upaya digital nan dijalani masyarakat, lantaran rupanya banyak upaya nan dijalankan tanpa ada plang (papan nama)," pungkasnya.

Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menghasilkan pedoman info nan jeli bagi pemerintah untuk memetakan kekuatan ekonomi nasional, mulai dari sektor UMKM, pertanian, hingga potensi ekonomi baru di ruang digital.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia