Semua Jemaah Haji 2026 Kloter Pertama Sudah di Mekah

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Semua Jemaah Haji 2026 Kloter Pertama Sudah di Mekah Jamaah calon haji dari beragam negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (12/5/2026). Berdasarkan info Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji jumlah jamaah calon haji Indonesia nan tela(ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/kye)

SEMUA jemaah haji 2026 kloter pertama sudah tiba di Mekah, Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Kota Madinah resmi menuntaskan fase pelayanan jemaah haji reguler gelombang pertama, setelah tiga golongan terbang (kloter) terakhir diberangkatkan menuju Mekah pada Jumat (15/5/2026). Keberangkatan ini menandai berakhirnya operasional pendorongan jemaah Indonesia dari Kota Nabawi menuju Tanah Haram.

Tiga kloter terakhir tersebut berasal dari Embarkasi UPG 21, KJT 20, dan BTH 14 dengan total sekitar 1.278 jemaah. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, seluruh jemaah terlebih dulu singgah di Miqat Bir Ali untuk mengambil niat ihram dan melaksanakan salat sunnah.

Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengatakan seluruh proses pendorongan jemaah pada hari terakhir melangkah lancar dan terkendali.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian melangkah tertib dan sesuai rencana. Hari ini Madinah secara resmi mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama,” kata Khalilurrahman dalam keterangannya, Sabtu (16/5).

Ia juga memastikan jemaah nan tetap menjalani perawatan di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tetap mendapatkan perhatian penuh dari tim medis. Menurutnya, family di tanah air tidak perlu cemas lantaran seluruh jemaah sakit bakal diberangkatkan ke Makkah setelah dinyatakan layak jalan oleh dokter.

Meski jumlah jemaah nan diberangkatkan di hari terakhir tidak sebanyak hari-hari sebelumnya, pelayanan petugas tetap dilakukan secara maksimal. Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, menegaskan seluruh personel tetap disiagakan penuh hingga keberangkatan terakhir.

Layanan terhadap jemaah lanjut usia dan disabilitas menjadi perhatian utama. Petugas Bir Ali terus mendampingi jemaah lansia, termasuk menyediakan golf car bagi jemaah nan kesulitan melangkah menuju bus.

“Kami mau jemaah lansia tetap nyaman menjalani proses miqat tanpa kudu kelelahan melangkah jauh. Karena itu pendampingan terus kami maksimalkan,” kata Divia.

Cuaca panas juga menjadi perhatian serius petugas. Suhu di Madinah dalam beberapa hari terakhir mencapai 42 derajat Celsius dan diperkirakan bakal lebih tinggi di Makkah saat fase puncak haji berlangsung.

Karena itu, jemaah diimbau untuk tidak menunggu haus saat beraktivitas di luar ruangan. Konsumsi air putih secara berkala, penggunaan payung, masker, serta semprotan air menjadi langkah sederhana namun krusial untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga diminta mengatur waktu rehat dan mengurangi aktivitas nan tidak terlalu mendesak agar daya tetap terjaga menjelang rangkaian ibadah puncak di Armuzna nan memerlukan stamina lebih besar.

Sementara itu, berakhirnya operasional gelombang pertama di Madinah tidak berfaedah tugas pelayanan selesai. Sebagian besar petugas PPIH Daker Madinah sekarang mulai bergeser menuju Makkah untuk memperkuat jasa jemaah selama fase puncak haji.

Fokus pelayanan jemaah haji 2026 di Madinah, selanjutnya bakal diarahkan pada pendampingan jemaah di Armuzna, mulai dari pergerakan menuju Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga jasa di Mina. Usai fase Armuzna selesai, PPIH Daker Madinah bakal kembali bersiap menyambut kehadiran jemaah gelombang kedua nan dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah dan kunjungan di Kota Nabi.(H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia