Sempat Dipulangkan, 2 Korban Tabrakan Kereta Kembali Dirawat di RSUD Kota Bekasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Stasiun Bekasi Timur. Foto: Ali32ali/Shutterstock

Dua korban kecelakaan nan sebelumnya sempat dipulangkan dari RSUD Kota Bekasi kembali menjalani perawatan setelah mengalami keluhan lanjutan, salah satunya sesak napas.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, dr Sudirman, menjelaskan kedua pasien tersebut awalnya datang ke instalasi darurat gawat (IGD) dengan kondisi ringan sehingga diperbolehkan pulang oleh dokter.

“Ada dua pasien. Jadi mungkin pada saat kejadian dia masuk ke IGD, mungkin lantaran ringan ya, diperiksa master juga udah boleh pulang. Nah, si nan berkepentingan juga tidak ada keluhan alias keluhannya ringan, akhirnya pulang,” ujar Sudirman.m di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4).

Namun, beberapa hari setelah kejadian, kondisi keduanya memburuk dan kembali datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Nah, dua hari berikutnya tiba-tiba ada nan mengeluh sesak napas dan lain-lain, jadi masuk lagi ke IGD kami, kemudian kita rawat,” lanjutnya.

Saat ini, kedua pasien tersebut telah dirawat kembali di RSUD Kota Bekasi dan berada dalam pemantauan tim medis.

Sudirman menjelaskan, total hingga saat ini terdapat 17 pasien nan menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Ia menambahkan, 3 di antaranya kudu melakukan tindakan bedah akibat luka nan cukup parah.

"Ya, kondisinya hari ini ada tiga nan dioperasi. Ya tentunya jika perawatan kan dengan kondisi sedang berat ya. Kalau kondisi ringan kan kita pulangkan," kata Sudirman.

Mengenai jenis penanganan operasi nan dilakukan, Sudirman mengatakan bahwa salah satu korban kudu melewati tindakan bedah besar di area rongga perut.

"Ya memang ada operasi perut. Ada operasi bedah besar ya, bedah besar di abdomen istilahnya, di perut. Tapi mengenai apa nan dilakukan master spesialisnya, itu mungkin kelak saja jika misalnya memang master DPJP-nya berkenan menjelaskan," ungkapnya.

Guna menangani seluruh korban, Sudirman mengungkapkan, pihaknya telah mengerahkan tim medis campuran nan terdiri dari beragam bagian keahlian. Penanganan disesuaikan dengan jenis luka dan akibat nan dialami oleh masing-masing korban.

“Pertama ahli bedah, nan kedua ahli ortopedi, nan ketiga ahli bedah saraf. Dan jika terjadi kondisi nan memerlukan master ahli lainnya, kita bakal konsulkan," jelasnya.

"Seperti penyakit dalam, saraf ya, neurologi. Dan mungkin kelak ke depannya bisa fisioterapi untuk pemulihan, recovery dari kegunaan organnya," tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan