Pendaki dan sherpa bermohon di base campe Gunung Everest di Solukhumbu, Nepal pada 18 April 2024.(AFP/DJ TENZING SHERPA)
KISAH dramatis datang dari Gunung Everest. Seorang pemandu pendakian asal Nepal nan sempat dinyatakan lenyap dan diduga meninggal bumi akhirnya ditemukan dalam keadaan hidup setelah memperkuat sendirian selama enam hari di gunung tertinggi di bumi itu.
Pemandu tersebut berjulukan Dawa Sherpa. Pemandu berilmu nan dikenal dengan julukan Hillary itu ditemukan pada Kamis (4/6) pagi di dekat Base Camp.
Tim dari Sagarmatha Pollution Control Committee (SPCC) menemukan laki-laki berumur 50 tahun itu saat sedang merangkak turun gunung.
Sebelumnya, Dawa dilaporkan lenyap sejak 30 Mei setelah menghilang di area atas Everest dalam cuaca ekstrem. Upaya pencarian nan dilakukan selama beberapa hari tidak membuahkan hasil sehingga banyak pihak meyakini dia telah menjadi korban terbaru gunung setinggi 8.849 meter tersebut.
"Dia ditemukan oleh tim SPCC pagi ini di dekat Base Camp. Saat ditemukan dia sedang merangkak turun," kata Pemba Sherpa dari 8K Expeditions nan memimpin operasi pencarian dan penyelamatan.
Setelah ditemukan, Dawa segera diterbangkan dengan helikopter menuju Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut tim medis, kondisinya relatif stabil meski mengalami radang dingin alias frostbite pada beberapa bagian tubuh.
"Saya sudah berbincang dengan dokter. Dia mengalami frostbite, tetapi secara umum kondisinya baik," ujar Pemba.
Kabar tersebut menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan bagi keluarga. Sang istri, Damu Sherpa, mengaku keluarganya sudah kehilangan angan setelah berhari-hari tanpa kabar. Bahkan sehari sebelum Dawa ditemukan, family telah mulai menggelar puja alias angan kematian sesuai tradisi setempat.
"Kami sangat senang mendengar berita itu. Kami sudah kehilangan harapan. Kami apalagi sudah mulai melakukan puja kemarin," kata sang istri.
Kisah hilangnya Dawa bermulai setelah dia sukses mencapai puncak Everest berbareng pendaki asal Inggris, Chris Thrall, pada 29 Mei lalu. Thrall mengatakan kondisi pendakian saat itu sangat berat sehingga perjalanan nan biasanya menyantap waktu lima hari membengkak menjadi 11 hari.
Dalam perjalanan turun dari Camp IV nan berada di ketinggian sekitar 7.950 meter, Dawa sempat berakhir untuk beristirahat. Tak lama kemudian, Thrall kudu membantu seorang pendaki Polandia nan kehabisan oksigen tambahan dan mengalami frostbite. Situasi darurat itu membuatnya memilih konsentrasi mengevakuasi pendaki tersebut.
"Itu adalah dorongan menuju puncak nan sangat panjang. Kondisinya sangat berat," kata Thrall.
Saat itu, Thrall mengira Dawa bisa turun sendiri seperti nan telah dilakukannya acapkali selama bertahun-tahun memandu di Everest. Namun, Dawa tak kunjung muncul sehingga operasi pencarian diluncurkan.
Sehari sebelum Dawa ditemukan hidup, Thrall apalagi telah mengunggah pesan belasungkawa di media sosial.
Musim pendakian Everest tahun ini tercatat sebagai nan tersibuk sepanjang sejarah. Otoritas Nepal memperkirakan lebih dari 1.000 pendaki sukses mencapai puncak. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·