Sembilan Jemaah Haji Kloter 1 Balikpapan Wafat di Saudi, Mayoritas Lansia

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Sembilan Jemaah Haji Kloter 1 Balikpapan Wafat di Saudi, Mayoritas Lansia Jemaah haji kloter 1 debarkasi Balikpapan.(Dok Istimewa)

KANTOR Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan melaporkan sebanyak sembilan jemaah haji asal Embarkasi Balikpapan meninggal bumi di Arab Saudi selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Mayoritas jemaah nan wafat merupakan golongan lanjut usia (lansia) dengan riwayat penyakit berisiko tinggi.

Kepala Kantor Kemenhaj Balikpapan, Suharto Baijuri, menyampaikan info tersebut di sela penyambutan kehadiran 360 jemaah haji asal Kota Samarinda nan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Balikpapan. Proses debarkasi berjalan di Balikpapan pada Senin (8/6/2026) sebelum para jemaah dipulangkan ke wilayah asal.

"Alhamdulillah, seluruh proses kehadiran Kloter 1 melangkah lancar, mulai dari pendaratan pesawat hingga pelayanan di pondok haji. Kloter pertama nan tiba berjumlah 360 jemaah dari Samarinda. Proses debarkasi melangkah tertib dan seluruh jasa kepulangan terlaksana dengan baik," ujar Suharto.

Suharto menjelaskan, setelah menjalani pemeriksaan manajemen dan kesehatan awal, seluruh jemaah langsung diserahkan kepada pemerintah wilayah untuk diberangkatkan menuju Samarinda. Namun, di kembali kelancaran kepulangan tersebut, terdapat duka atas wafatnya sembilan jemaah dari kloter ini.

"Ada sembilan jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Balikpapan nan meninggal bumi di Tanah Suci. Rinciannya, enam orang asal Kalimantan Timur, serta masing-masing satu jemaah berasal dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara," ungkapnya.

Data Jemaah Wafat:

  • Total: 9 Orang (6 Laki-laki, 3 Perempuan).
  • Asal: Kaltim (6), Sulut (1), Sulteng (1), Kaltara (1).
  • Penyebab Utama: Komplikasi jantung, gangguan pernapasan, dan hipertensi.
  • Status: Kategori Risiko Tinggi (Risti) usia di atas 65 tahun.

Berdasarkan laporan medis, para jemaah nan wafat didominasi oleh kategori akibat tinggi (risti) dengan usia di atas 65 tahun. Penyebab kematian utama adalah komplikasi penyakit kronis. Seluruh jemaah nan wafat dimakamkan di Arab Saudi sesuai dengan ketentuan nan berlaku.

Suharto juga menambahkan bahwa beberapa jemaah nan wafat belum sempat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Selain itu, terdapat dua jemaah dalam Kloter 1 nan melakukan tanazul alias mutasi kloter sebagai bagian dari penyesuaian jasa kesehatan selama di Tanah Suci.

Pemerintah melalui penyelenggara haji menegaskan bakal terus melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap jasa haji, khususnya pada fase debarkasi dan perlindungan jemaah lansia. "Perbaikan jasa diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta menjamin keselamatan jemaah, terutama bagi golongan lansia dan risti pada musim haji mendatang," pungkasnya. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑