Seleksi Pegawai Kopdes Pakai Tes CPNS, Zulhas: Tak Ada Orang Titipan!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mencatatkan antusiasme besar dalam rekrutmen SDM Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Jumlah pelamar nan masuk jauh melampaui ekspektasi awal sejak pendaftaran dibuka pada April 2026.

Program ini merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus memperbaiki pengedaran support dan rantai pasok pangan. Dalam implementasinya, pemerintah menyatakan transparansi dan sistem seleksi berbasis teknologi.

"Rekrutmen pegawai Kopdes Merah Putih ini adalah investasi SDM terbesar nan pernah dilakukan untuk desa-desa di Indonesia, dan bakal jadi ujung tombak pangan masyarakat," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di instansi Kemenko Pangan, Senin (4/5/2026).

Peran Kopdes tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak. Pasalnya jalur pengedaran ini kerap dimanfaatkan tengkulak untuk mengambil untung besar.

"Mereka nan bakal memotong rantai tengkulak nan selama ini merepotkan petani dan masyarakat," katanya.

Pemerintah membuka total 35.476 formasi, terdiri dari 30.000 manajer koperasi dan 5.476 pegawai untuk kampung nelayan. Dari total pelamar nan mencapai 639.732 orang, sebagian besar sukses memenuhi syarat administrasi.

Seleksi saat ini telah memasuki tahap tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) nan digelar di puluhan titik di seluruh Indonesia. Sistem ini diklaim sudah terbukti andal lantaran digunakan dalam seleksi ASN.

Pengunjung memandang produk nan dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih di Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pengunjung memandang produk nan dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih di Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Tes ini menggunakan CAT BKN, sistem nan sudah teruji dan dipakai dalam seleksi ASN, jadi tidak perlu diragukan," ujar Zulhas.

Adapun seluruh proses dilakukan secara objektif tanpa intervensi pihak mana pun. Tidak ada jalur unik maupun titipan dalam seleksi ini.

"Jadi tidak ada titipan-titipan, tidak ada bantu-membantu, tidak ada orang dalam," tegasnya.

Pemerintah juga memastikan tidak ada pungutan biaya dalam seluruh tahapan seleksi. Hal ini disampaikan berulang untuk mengantisipasi praktik penipuan.

"Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada jalur unik dan tidak ada pihak nan dapat menjamin lulus," kata Zulhas.

Ia mengimbau masyarakat hanya mengakses info resmi melalui portal nan telah ditentukan.

"Informasi resmi hanya melalui portal phtc.panselnas.go.id. Selain itu, dipastikan bukan dari pemerintah," pungkasnya.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News