Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Gedung Joang 45 Diikuti 224 Pelajar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta - Semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan kembali digaungkan melalui seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Gedung Joang 45 untuk peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026. Kegiatan nan diselenggarakan oleh Purna Paskibra Gedung Joang 45 ini menjadi salah satu agenda pembinaan karakter generasi muda nan tidak hanya menekankan kedisiplinan dan keahlian fisik, tetapi juga diakui sebagai jalur prestasi nan berbobot dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kategori seleksi ketat tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Umum Purna Paskibra Gedung Joang 45 Citra Ratih Indriani mengatakan seleksi tahun ini bermaksud memilih siswa-siswi terbaik tingkat SMP kelas 7 dan 8 nan bakal bekerja mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara 17 Agustus 2026 di Museum Joang 45.

"Tujuan utama aktivitas ini adalah memilih generasi muda terbaik nan bakal menjadi Pasukan Pengibar Bendera pada upacara HUT RI di Gedung Joang. Namun lebih dari itu, kami mau membentuk karakter anak-anak agar mempunyai semangat nasionalisme, disiplin, mental nan kuat, dan semangat kejuaraan nan sehat," kata Citra dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).

Tingginya minat pelajar terlihat dari jumlah pendaftar nan mencapai 224 siswa dari 43 sekolah di DKI Jakarta serta satu sekolah dari Bekasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 peserta dinyatakan lolos manajemen untuk mengikuti seleksi offline.

Seleksi tahap pertama nan digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, diikuti oleh 115 peserta. Dari tahapan tersebut, hanya 61 peserta nan sukses lolos untuk melanjutkan ke tahap berikutnya pada Minggu, 17 Mei 2026.

Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata minus dan buta warna, hingga pengecekan postur tubuh. Selain itu, peserta juga menjalani tes wawasan kebangsaan, ketahanan bentuk seperti push up, sit up, dan bleep test, serta keahlian Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Menurut Citra, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk mendapatkan peserta terbaik nan tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga mempunyai keahlian akademik dan karakter kepemimpinan nan baik.

"Kriteria nan kami cari adalah peserta dengan postur ideal, keahlian bentuk nan baik, keahlian baris-berbaris, serta keahlian akademik nan bagus. Karena nantinya mereka bakal menjadi representasi generasi muda nan disiplin dan berkarakter," katanya.

Dia menjelaskan jumlah peserta nan diterima tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya lantaran penyelenggaraan upacara hanya dipusatkan di Gedung Joang 45. Hal itu berbeda dengan tahun lampau nan juga menggelar upacara di Kawasan Tugu Proklamasi.

Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi. Bahkan terdapat peserta nan datang dari luar Jakarta ialah Bekasi untuk mengikuti proses seleksi tersebut.

Suasana emosional juga terasa saat pengumuman hasil seleksi. Dari total 124 peserta nan mengikuti tahapan offline, hanya 42 siswa nan nantinya bakal terpilih menjadi personil Paskibra Gedung Joang 45 tahun 2026.

"Momentum paling emosional adalah saat pengumuman kelulusan. Anak-anak sudah berjuang sejak tahap manajemen hingga tes bentuk dan mental. Ketika nama mereka dipanggil lolos, ada rasa bangga sekaligus haru, baik dari peserta maupun orang tua," ujar Citra.

Peserta nan lolos seleksi tahap kedua bakal mengikuti pendidikan dan training selama sekitar 2,5 bulan. Program tersebut terdiri dari latihan reguler dua kali dalam seminggu selama dua bulan serta training intensif selama 10 hari menjelang HUT RI.

Seluruh peserta nan menyelesaikan pendidikan dan training bakal dikukuhkan sebagai Paskibra Gedung Joang pada 16 Agustus 2026 sebelum bekerja mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara kemerdekaan sehari setelahnya di Museum Joang.

Citra menambahkan aktivitas ini juga mendapat perhatian positif dari bumi pendidikan lantaran sertifikat Paskibra Gedung Joang 45 diakui sebagai salah satu nilai tambah dalam proses SPMB kategori seleksi ketat tingkat Provinsi DKI Jakarta.

"Ini menjadi motivasi besar bagi peserta dan orang tua. Selain membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan, pengalaman sebagai Paskibra Gedung Joang juga mendapatkan pengakuan dalam proses SPMB. Artinya, perjuangan mereka mempunyai akibat nyata untuk masa depan pendidikan," ujarnya.

Lebih jauh, Purna Paskibra Gedung Joang 45 berambisi aktivitas ini dapat terus menjadi ruang pembinaan generasi muda nan bisa membawa semangat kejuangan 45 dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Anak-anak ini diharapkan menjadi contoh generasi muda nan disiplin, tangguh, rajin, dan pantang menyerah. Nilai-nilai itu nan mau terus kami hidupkan melalui Paskibra Gedung Joang," tutupnya. (akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News