Aryna Sabalenka sukses melaju ke perempat final Prancis Terbuka 2026. Intip tindakan kocaknya menarikan lagu 'Thriller' Michael Jackson di lapangan Roland Garros.(Instagram)
PETENIS asal Belarusia, Aryna Sabalenka, 28, tahu betul langkah merayakan kemenangan besar. Usai menundukkan rival sengitnya, Naomi Osaka, 28, di turnamen Prancis Terbuka nan digelar di Roland Garros, Senin (1/6), Sabalenka sukses menghibur penonton dengan tindakan selebrasi nan tidak biasa.
Dalam laga tersebut, Sabalenka menang dua set langsung dengan skor 7-5 dan 6-3. Setelah pertandingan selesai, mantan petenis sekaligus komentator Fabrice Santoro, 53, meminta Sabalenka untuk melakukan tarian kemenangan di hadapan para penonton.
"Di sini?" tanya Sabalenka nan tetap berdiri di tengah lapangan tenis.
Mendapat dorongan dari Santoro, Sabalenka bersedia dengan satu syarat. "Hanya jika semua orang [di stadion] ikut menari," ujarnya nan kemudian menambahkan, "Semuanya, menarilah."
Musik hit tahun 1982 milik Michael Jackson, "Thriller", pun langsung diputar di stadion. Sabalenka memulai aktivitas pemanasan ringan sebelum tertawa dan memperagakan koreografi ikonik dari video klip sang King of Pop tersebut. Diiringi sorak-sorai penonton, dia menutup aksinya dengan aktivitas moonwalk atas permintaan Santoro.
"Moonwalking di Chartrier terasa sangat tepat untuk pertandingan malam pertama saya di @rolandgarros 🕺🌙 Kasih Paris sudah menari berbareng saya malam ini!! Sampai bertemu di perempat final 💪🏼," tulis Sabalenka melalui unggahan IG pribadinya.
Respons Legawa Naomi Osaka
Baik Sabalenka maupun Osaka merupakan pemegang empat gelar Grand Slam. Namun, kekalahan ini memperpanjang catatan jelek Osaka nan kudu menelan tiga kekalahan beruntun dari Sabalenka sepanjang tahun 2026.
Meski kalah, Osaka menunjukkan sikap nan lebih legawa dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya.
"Tetapi saya agak menyadari bahwa itu tidak krusial sama sekali," kata Osaka kepada wartawan. "Saya telah melawannya acapkali dan sayangnya kudu kalah berkali-kali. Satu-satunya perihal nan bisa terus saya lakukan adalah mencoba nan terbaik. Mungkin, mudah-mudahan, suatu hari kelak hasilnya bakal menguntungkan saya. Namun, saya tidak boleh membiarkan diri saya berkecil hati setiap kali kalah alias menang melawan seseorang. Karena sejujurnya, memukul bola itu tidak terlalu penting, seperti, di bumi ini, kasarnya."
Tanggapan Sabalenka Terkait Kontroversi Perhiasan
Di luar performanya di lapangan, Sabalenka sempat menuai kritik pada akhir Mei lampau lantaran mengenakan perhiasan permata dan batu garnet seberat 200 karat pada babak pertama French Open. Beberapa pihak menilai perihal itu munafik, mengingat Sabalenka dan petenis lain seperti Coco Gauff baru saja menyuarakan tuntutan kenaikan bingkisan duit (prize money).
Sabalenka pun langsung membantah tudingan tersebut.
"Saya tidak memandang gimana mungkin untuk menyilangkan dua bumi nan sama sekali berbeda ini," tegas Sabalenka. "Dan seperti nan saya katakan sebelumnya, bingkisan uang, ini sama sekali bukan tentang saya."
"Ini adalah perjuangan untuk para pemain, pemain berkelas lebih rendah nan betul-betul berjuang keras untuk memperkuat hidup di bumi tenis ini. Tidak ada hubungannya dengan saya bahwa saya memperjuangkan bingkisan duit tersebut. Semua orang tahu bahwa saya baik-baik saja," pungkasnya. (People/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·