Selat Hormuz Tutup Lagi, Iran: Trump Terlalu Banyak Bicara

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran kembali menutup Selat Hormuz nan menjadi lintasan strategis untuk seperlima perdagangan minyak dunia. Keputusan Iran ditengarai sikap Presiden AS Donald Trump nan tetap memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Komado angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke status "terbatas" seperti sebelumnya.

"Selama pergerakan kapal dari dan ke Iran tetap terancam, status Selat Hormuz bakal tetap seperti sebelumnya," demikian unggahan komando angkatan laut di X nan kemudian dibagikan oleh media Iran, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (18/4/2026).

"Setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat bakal mendapat tanggapan nan sesuai," dia menuturkan.

Terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, berbincang kepada pers di sela-sela Forum Diplomatik Antalya di Turki. Ia diminta tanggapan mengenai ucapan Trump nan mengatakan AS bakal kembali menjatuhkan peledak di Iran, jika tidak ada kesepakatan nan tercapai pada pekan depan.

Khatibzadeh menyebut Trump "terlalu banyak bicara".

"Dia [Trump] mengatakan hal-hal nan kontradiktif dalam pernyataan nan sama," kata pejabat Iran itu. "Saya tidak tahu persis apa nan dia maksud," ujarnya.

Khatibzadeh mengatakan Iran percaya perang tidak dapat menghasilkan hasil positif apa pun. Namun, pihaknya siap untuk terus memihak diri jika diserang.

"Kami bakal berjuang sampai prajurit Iran terakhir," katanya.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News