Selat Hormuz Bikin Panik Energi Global, Bos The Fed Beri Peringatan Keras

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta -

Kepala Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Dallas, Lorie Logan mengatakan bumi perlu mengurangi penggunaan minyak dan gas andaikan Selat Hormuz tetap ditutup dalam waktu lama akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Iran sendiri telah melakukan penutupan Selat Hormuz selama tiga bulan. Kondisi ini membikin naiknya nilai energi, pangan, dan pupuk.

"Dengan pasokan nan sangat terbatas, jika pengiriman melalui selat tersebut tidak segera kembali ke tingkat sebelum perang, konsumsi minyak dan gas alam bumi mungkin perlu turun lebih signifikan daripada nan telah terjadi sejauh ini," kata Logan dikutip dari Reuters, Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Logam menambahkan, akibat ekonomi nantinya bakal berjuntai terhadap seberapa jauh negara-negara dan pelaku industri beranjak ke daya baru terbarukan dan mengurangi penggunaan minyak dan gas dibandingkan mereka haru mengurangi aktivitas kegiatan ekonominya.

"Konsekuensi ekonominya bakal berjuntai pada sejauh mana pengguna akhir dapat beranjak ke sumber daya lain alias menggunakan daya secara lebih efisien, dibandingkan dengan mengurangi aktivitas ekonomi," katanya.

Ia juga mengungkapkan hasil survei dari perusahaan minyak AS nan memperkirakan produksi minyak AS hanya bakal meningkat seperempat juta barel per hari tahun ini, dan hanya separuh juta barel per hari tahun depan.

Kondisi ini dinilai bakal mengakibatkan kekurangan pasokan minyak dan gas. Pasalnya, akibat perang tersebut telah memangkas 13 juta barel per hari.

"Bagaimanapun juga, saya memperkirakan pasar daya bakal mencapai keseimbangan kasar dalam waktu dekat. Jika molekul-molekul itu tidak tersedia, bumi tidak dapat mengonsumsinya," ujarnya.

(hrp/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance