Selain Karat, Ini Tanda Mobil Bekas Banjir yang Sering Terlewat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kendaraan mobil dan motor terendam banjir di Jatiasih, Bekasi, Selasa (4/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Banyak calon pembeli mobil bekas tetap menjadikan bercak karat sebagai parameter utama untuk mengetahui apakah kendaraan pernah terendam banjir. Padahal, tanda tersebut bukan satu-satunya, apalagi sering kali bukan nan paling akurat.

Penggawa Inspector Mobil, Sundoro Edi Pranoto, mengatakan bahwa mobil jejak banjir dapat dikenali dari sejumlah titik tersembunyi nan sering luput dari perhatian saat inspeksi.

Menurutnya, bagian bawah dan celah-celah mini pada kendaraan justru menyimpan jejak nan lebih jelas dibandingkan permukaan bodi nan mudah dibersihkan.

“Kalau jejak banjir kita melihatnya dari bawah ya, karet pintu dilihat ada lumpurnya enggak. Terus juga di celah-celah banyak kabel, jika sudah kena lumpur tuh susah dibersihkan,” ujar Sundoro kepada kumparan, Kamis (18/6).

Sejumlah mobil terendam banjir di Hotel Kebayoran, Jakarta, Sabtu (20/2). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Selain area karet pintu dan kolong kendaraan, sabuk pengaman juga menjadi salah satu titik krusial nan perlu diperiksa. Material berbahan serat membikin komponen ini susah dibersihkan secara sempurna jika sudah terkontaminasi lumpur.

“Di safety belt dan bautnya itu juga kudu dilihat. Karena jika sudah kena lumpur biasanya susah hilang,” jelasnya.

Pada bagian lain, soket dan sambungan kabel juga perlu menjadi perhatian. Menurutnya, area ini nyaris selalu menyimpan jejak jika kendaraan pernah terendam air.

“Coba cek soket-soket, itu ada lumpurnya enggak. Kalau sudah pernah banjir biasanya tetap ada bekasnya,” katanya.

Sundoro menegaskan, apalagi setelah proses detailing alias pembersihan menyeluruh, jejak banjir tetap bisa meninggalkan jejak pada komponen tertentu.

Pengunjung memandang koleksi mobil jejak nan dijual di Blok M, Jakarta, Rabu (17/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selain itu, sistem kelistrikan seperti soket OBD2 dan port USB juga dapat menjadi parameter tambahan. Pada beberapa kasus, perubahan warna alias sisa kelembapan tetap bisa ditemukan di area tersebut.

“OBD2 sama USB charging juga bisa jadi indikasi. Walaupun sudah dibersihkan, jejaknya kadang tetap ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, komponen kaki-kaki kendaraan juga bisa terdampak meski banjir tidak terlalu tinggi. Bagian berbahan karet berpotensi mengalami penurunan kualitas lebih sigap setelah terendam air.

“Kalau kena air, terutama bagian bawah, karet-karet kaki-kaki itu biasanya lebih sigap lemah,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan