Sektor Kehutanan harus Dikelola Berkelanjutan demi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Sektor Kehutanan kudu Dikelola Berkelanjutan demi Dukung Pertumbuhan Ekonomi ilustrasi(Antara)

Sektor kehutanan mempunyai peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perubahan suasana dan pembangunan rendah karbon, pengelolaan rimba nan berkepanjangan semakin dipandang sebagai salah satu instrumen krusial untuk mendukung ketahanan ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang.

Selain berfaedah sebagai penyerap karbon alami, kawasan hutan juga mempunyai potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau, restorasi ekosistem, serta pembuatan faedah sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pentingnya kerjasama dalam pengelolaan rimba berkepanjangan menjadi salah satu konsentrasi pembahasan dalam pertemuan antara Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr, dan perwakilan New Forests di Jakarta, Kamis (4/6). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari obrolan nan sebelumnya berjalan di sela-sela rangkaian aktivitas United Nations Forum on Forests (UNFF) di New York, Amerika Serikat.

Ketua Umum APHI, Soewarso, mengatakan sektor kehutanan Indonesia mempunyai posisi krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, penguatan kemitraan dengan beragam pihak, termasuk penanammodal dan lembaga internasional, menjadi salah satu langkah nan diperlukan untuk mempercepat pembangunan kehutanan nan berkelanjutan.

“APHI pada prinsipnya terbuka terhadap beragam corak kerja sama investasi nan dapat memperkuat pengelolaan rimba lestari, meningkatkan produktivitas kawasan, mendorong restorasi ekosistem, serta memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat sekitar hutan. Terkait perihal ini, penemuan pembiayaan menjadi salah satu aspek kunci untuk mendorong investasi dalam pembangunan kehutanan nan berkepanjangan dan mendukung sasaran penurunan emisi GRK nasional,” ujar Soewarso.

Ia menilai kebutuhan pembiayaan nan semakin besar untuk mendukung pengelolaan rimba dan restorasi ekosistem memerlukan pendekatan nan lebih inovatif, termasuk melalui pengembangan beragam skema investasi hijau.

Sementara itu, Robert O. Blake Jr. menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar dalam pengembangan solusi berbasis alam dan pengelolaan rimba berkepanjangan nan semakin menarik perhatian penanammodal global.

Menurutnya, sektor kehutanan Indonesia menawarkan kesempatan untuk menciptakan faedah ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Indonesia mempunyai potensi nan sangat besar dalam pengembangan solusi berbasis alam dan pengelolaan rimba nan berkelanjutan, nan menarik perhatian penanammodal global. Kami memandang banyak kesempatan untuk memperkuat kemitraan antara pelaku usaha, investor, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nan memberikan faedah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Blake.

Ia menambahkan bahwa perbincangan nan terbuka dan konstruktif antara para pemangku kepentingan menjadi aspek krusial untuk membangun kepercayaan dan menciptakan kesempatan investasi nan berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan Director Investments (Asia) New Forests, Sanjiv Louis. Menurutnya, Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk memperkuat pengelolaan rimba dan lanskap berkepanjangan melalui kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Ia menilai keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan bakal menjadi aspek krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hijau serta meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

“Kami memandang Indonesia mempunyai kesempatan nan besar untuk mengembangkan beragam inisiatif pengelolaan rimba dan penggunaan lahan nan berkelanjutan. Kolaborasi nan kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan mitra pembangunan dapat mendukung peningkatan produktivitas lanskap, perlindungan nilai-nilai lingkungan, serta pembuatan faedah jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Sanjiv Louis.

Menurutnya, pengalaman dalam pengelolaan investasi berkepanjangan dan pembiayaan inovatif dapat menjadi salah satu aspek pendukung untuk mempercepat beragam inisiatif pengelolaan sumber daya alam nan bertanggung jawab.

Dari hasil pertemuan tersebut, para pihak sepakat bahwa komunikasi dan pertukaran info perlu terus diperkuat untuk mengidentifikasi kesempatan kerjasama nan dapat mendukung investasi di sektor kehutanan.

Kolaborasi tersebut diharapkan bisa memperkuat pengelolaan rimba lestari, mendorong restorasi ekosistem, meningkatkan nilai ekonomi sektor kehutanan, serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan berkepanjangan dan agenda tindakan suasana global.

Di tengah meningkatnya kebutuhan bumi terhadap solusi berbasis alam, sektor kehutanan Indonesia dinilai mempunyai kesempatan besar untuk menjadi bagian krusial dalam upaya mewujudkan pembangunan ekonomi nan lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑