Sekolah Terdampak Abu Anak Krakatau Bisa Belajar dari Rumah

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan sekolah nan terdampak cukup berat oleh abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan tersebut dapat dilakukan dengan pembelajaran dari rumah secara daring maupun di letak tertentu nan dinilai aman.

"Di wilayah nan terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring alias dilaksanakan di tempat tertentu nan kondusif melalui sarana pembelajaran nan daring alias PJJ," ujar Mu'ti dalam konvensi pers secara daring berbareng Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan, Minggu (6/9/2026).

Menurut Mu'ti, penyesuaian aktivitas belajar dapat merujuk pada indeks standar pencemaran udara di wilayah nan terdampak.

"Di daerah-daerah nan terdampak oleh erupsi Anak Gunung Krakatau, dapat dilakukan penyesuaian pembelajaran nan dilakukan dengan merujuk pada nilai indeks standar pencemaran udara di daerah-daerah nan terdampak," papar Mu'ti.

Dia menyebut sejumlah wilayah nan dilaporkan terdampak cukup berat berada di Banten dan Lampung.

"Kegiatan pembelajaran di wilayah nan terdampak cukup berat, ada beberapa dilaporkan di Banten, terutama di Kabupaten Serang. Kemudian untuk di Lampung, itu ada di Tanggamus, di Bandar Lampung, dan Lampung Selatan," ucap Mu'ti.

Mu'ti menegaskan perlindungan, keselamatan, dan kesehatan penduduk sekolah, baik siswa maupun guru, kudu menjadi prioritas dalam menentukan aktivitas pembelajaran.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita