Sejumlah Menteri Tak Upacara di Istana, Disebar ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Menko PMK Pratikno usai rapat kordinasi penanganan gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Menko PMK Pratikno mengatakan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tidak bakal mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/8). Mereka bakal dibagi ke sejumlah wilayah untuk mengikuti upacara sekaligus mengawal penanganan gempa NTT.

Hal itu disampaikan Pratikno usai rapat koordinasi penanganan gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8). Rapat tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, serta pejabat-pejabat terkait.

“Perlu kami sampaikan juga kita bakal membagi tugas ke lapangan dan kemudian kita besok bakal upacara tidak di Jakarta tapi kita bakal ikut upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan di daerah, beragam wilayah ini. Jadi kita bagi tugas ke wilayah untuk mengawal sesuai dengan tupoksi kita mengawal isu-isu krusial di wilayah tersebut. Tapi kami bakal terus berkoordinaswalaupun kita di tempat nan berbeda ya,” kata Pratikno.

Pratikno mengatakan pembagian tugas tersebut dilakukan agar pemerintah pusat dapat langsung mengawal persoalan-persoalan krusial di wilayah terdampak bencana.

“Hadir ke sini atas perintah Bapak Presiden untuk memberikan support penuh terhadap proses tanggap darurat dan juga kelak rehab-rekon,” ujarnya.

Menurut Pratikno, pemerintah pusat mengerahkan tim secara penuh untuk memastikan penanganan musibah melangkah terkoordinasi. Pemerintah juga menyiapkan posko nasional serta posko di sejumlah wilayah untuk mengawal pengedaran support dan program tanggap darurat.

Dalam tahap tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan pengamanan penduduk serta pemulihan prasarana nan rusak, seperti jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, hingga jaringan internet.

“Dan kita tentu saja tidak hanya mau membikin pembangunan itu kembali seperti semula, tapi kita juga berupaya untuk membangun lebih baik di pasapungan, sehingga wilayah ini menjadi lebih handal dalam mengalami bencana,” kata Pratikno.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan