Pascagempa NTT, Fokus Pemulihan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan pemerintah bergerak sigap menangani akibat gempa bumi pada Sabtu (15/8) pagi nan melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut ditegaskan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Wilayah NTT nan berjalan secara hybrid dari Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8).

Tito menyebut, penanganan pada tahap awal pascagempa berfokus pada pengamanan korban serta pemulihan beragam jasa dasar masyarakat. Layanan itu mencakup kelistrikan, telekomunikasi, kesiapan bahan bakar minyak (BBM), logistik, hingga penanganan korban meninggal dan penduduk nan mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian juga memberikan support tadi nan urgen, tenda, makanan, makanan sigap saji, nan di pengungsian, termasuk [warga] nan luka," ujar Tito.

Pada saat bersamaan, Tito mengapresiasi pemulihan jasa dasar nan melangkah cepat, seperti oleh PT PLN dan operator telekomunikasi. Menurutnya, pemulihan jaringan listrik dan komunikasi krusial untuk mendukung mobilitas serta koordinasi penanganan musibah di lapangan.

Selain kelistrikan dan telekomunikasi, Mendagri menekankan pentingnya percepatan pembukaan akses jalan agar mobilitas masyarakat maupun perangkat berat untuk penanganan musibah dapat segera dilakukan.

Ia juga meminta pemerintah wilayah (Pemda) memperhatikan masyarakat nan terdampak, termasuk penduduk nan rumahnya mengalami kerusakan. Pendataan ditekankan agar dilakukan menyeluruh terhadap kerusakan rumah dan akomodasi publik.

Data tersebut disebut perlu sebagai dasar pemberian support pemerintah, baik untuk rumah rusak ringan, sedang, maupun berat, serta support bagi masyarakat nan tetap mengungsi.

Hal serupa juga diminta Mendagri diterapkan terhadap instansi pemerintahan terdampak, mulai dari instansi pemerintah kabupaten hingga desa dan kecamatan. Pendataan tersebut bermaksud menentukan kebutuhan perbaikan akomodasi pemerintahan agar pelayanan publik tetap berjalan.

"Saran kami tadi memang jika bisa, pendapat kami Bapak Menko [PMK], Kepala BNPB, kita buat dua posko, posko timur dan posko barat Flores. Satu di Labuan Bajo untuk menangani wilayah di bagian barat ... Kemudian nan di Ende, pusatnya di Ende lantaran bandaranya di sana," ujar Tito.

Lebih lanjut, Mendagri menyoroti kondisi fiskal sejumlah wilayah terdampak. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat bakal memberikan support kepada wilayah nan mempunyai keahlian fiskal terbatas maupun tingkat penyerapan anggaran nan tetap rendah.

Ia juga meminta agar koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemda diperkuat agar penanganan musibah dapat dijalankan sesuai tahapan penanggulangan bencana, ialah dari masa tanggap darurat, transisi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Kami sarankan untuk betul-betul memetakan persoalan nan ada. Dan segera saja kita bergerak dengan kewenangan kita masing-masing. Entah itu di Pertamina, di listrik, di jalan, di bagian kesehatan, dan lain-lain," pungkas Mendagri.

Rakor juga dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan sejumlah pejabat mengenai lainnya.

(rea/rir)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional