Para pemain Como merayakan kemenangan.(Serie A)
COMO – Sejarah baru tercipta di tepi Danau Como. Klub nan satu dasawarsa lampau nyaris terhapus dari peta sepak bola Italia, Como 1907, resmi memastikan diri tampil di Liga Champions musim depan. Keberhasilan ini diraih setelah anak asuh Cesc Fabregas menumbangkan Cremonese dengan skor telak pada laga pamungkas Serie A musim 2025/2026. Laga Cremonese vs Como berhujung dengan skor 1-4.
Pencapaian ini menempatkan Como di posisi ke-4 klasemen akhir, sebuah lompatan kuantum bagi klub nan pada 2019 dibeli oleh pengusaha asal Indonesia, keluarga Hartono (Djarum Group), dengan nilai nan sangat miring.
Transformasi dari Titik Nadir
Perjalanan Como menuju kejuaraan kasta tertinggi Eropa adalah kisah tentang ketekunan dan manajemen nan cerdas. Sebelum era family Hartono, Como adalah klub nan berkawan dengan kegagalan finansial. Mereka tercatat dua kali menyatakan ambruk (2004 dan 2017) serta acapkali dilelang tanpa peminat.
Pada 2019, melalui anak upaya Sent Entertainment, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono mengakuisisi klub ini hanya dengan nilai sekitar €350.000 (Rp5,5 miliar). Langkah awal mereka bukan membeli pemain bintang, melainkan melunasi utang klub sebesar €3 juta dan membangun fondasi upaya nan sehat.
Fakta Kunci Transformasi Como 1907:
- Pemilik: Keluarga Hartono (Indonesia) via Djarum Group.
- Harga Akuisisi (2019): Sekitar €350.000.
- Pelatih: Cesc Fabregas.
- Prestasi Terbaru: Peringkat 4 Serie A 2025/2026 & Lolos Liga Champions.
Strategi 'Moneyball' di Serie A
Keluarga Hartono tidak menerapkan strategi shopping gila-gilaan. Di bawah pengarahan Direktur Olahraga Denise Weiss dan pengawasan Michael Gendler, Como menerapkan pendekatan Moneyball—rekrutmen berbasis info untuk mencari pemain potensial dengan nilai di bawah pasar.
Salah satu keberhasilan terbesar dari strategi ini adalah perekrutan Nico Paz dari Real Madrid Castilla seharga €6 juta pada 2024. Kini, gelandang muda Argentina tersebut ditaksir mempunyai nilai pasar mencapai €70 juta, memberikan potensi untung lebih dari 1.000% bagi klub.
Kemenangan Krusial atas Cremonese
Laga terakhir melawan Cremonese menjadi pembuktian kematangan skuad muda Fabregas. Gol-gol dari Jesus Rodriguez, Tasos Douvikas, dan Lucas da Cunha memastikan kemenangan 4-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Kemenangan ini, ditambah dengan kekalahan AC Milan dari Cagliari, memastikan Como menyalip raksasa Italia tersebut untuk mengamankan tiket Liga Champions.
"Kami melakukan ini dengan pemain-pemain nan sangat muda, nyaris semuanya di bawah 23 tahun. Ini luar biasa," ujar Cesc Fabregas usai pertandingan.
| Skor Akhir | 4 | 1 |
| Pencetak Gol | J. Rodriguez, T. Douvikas, L. da Cunha | F. Bonazzoli |
| Kartu Merah | 0 | 3 |
Kini, bumi menanti gimana kiprah "Tim Indonesia" di panggung tertinggi Eropa musim depan. Dari klub nan tak ada nan mau menyentuh, Como 1907 telah beralih bentuk menjadi mesin upaya sepak bola senilai ratusan juta euro di bawah kendali dingin family Hartono. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·