
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
AJANG balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, kembali memasuki seri nan paling dinanti oleh para pencinta balap Indonesia, ialah GP Mandalika. Di kembali ketegangan dan adrenalin nan tersaji di setiap tikungan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, ada hadiah besar nan menanti para pembalap, terutama jika mereka sukses berdiri di podium tertinggi.
Namun, kebenaran menarik sering kali mengejutkan banyak penonton awam. Pertanyaan mendasar nan kerap muncul adalah berapa sebenarnya duit tunai nan diterima oleh seorang pemenang balapan MotoGP, khususnya dalam seri balapan di MotoGP Mandalika.
1. Hadiah Resmi Penyelenggara
Sebagian besar penonton mungkin mengira pemenang balapan bakal langsung menerima kucuran biaya tunai dari penyelenggara utama. Faktanya, Dorna Sports selaku promotor dan penyelenggara MotoGP tidak menyediakan bingkisan duit tunai langsung resmi bagi pemenang balapan, termasuk di seri MotoGP Mandalika 2026.
Berdasarkan patokan dan struktur upaya arena ini, pihak penyelenggara alias Dorna secara resmi hanya memberikan trofi serta plakat kejuaraan kepada para pemenang. Penghargaan tersebut murni menjadi simbol prestasi tertinggi di podium tanpa menyertakan nominal duit tunai dari pihak penyelenggara.
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin bersaing di MotoGP 2026 (Foto: Instagram/@aprilia)
Meskipun demikian, kemenangan di kelas utama bukanlah sekadar soal prestise semata. Kemenangan tersebut berakibat langsung pada nilai perjanjian pembalap ke depannya, di mana semakin sering mereka menang, semakin tinggi pula nilai tawar saat negosiasi perjanjian baru dengan tim.
2. Skema Bonus Kemenangan
Lalu, dari mana para pembalap mendapatkan pundi-pundi kekayaan dari kemenangan mereka? Jawabannya terletak pada perjanjian pribadi, kesepakatan dengan tim, serta support sponsor masing-masing pembalap nan memuat klausul khusus.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·