Sebelum Menjadi Bembenx Ora Turu, Ia Hanyalah Anak Gamping yang Suka Bersepeda

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bambang Anggoro Jati alias Bembenx Ora Turu, atlet ultra-cycling asal Gamping, Sleman. Foto: Pandangan Jogja/Iqbaltwq

Di kalangan pesepeda Indonesia, banyak orang mengenalnya sebagai Bembenx Ora Turu. Julukan itu lahir setelah Bentang Jawa 2022, ketika dia nyaris tiga hari tidak tidur, lupa bahwa dirinya sedang mengikuti perlombaan, lampau menghilang dari pencarian panitia hingga membikin banyak orang panik.

Namun jauh sebelum kisah itu menjadi urban legend di organisasi sepeda, Bambang Anggoro Jati hanyalah seorang anak nan tumbuh di Gamping, Sleman.

"Rumah saya ya di Gamping. Baratnya Pasar Buah Gamping sekitar 2 kilometer," katanya sembari tertawa.

Bambang Anggoro Jati saat mengikuti Bentang Jawa 2022. Foto: Dok. Istimewa

Bambang lahir pada 1993 dari family sederhana. Ayahnya seorang pensiunan TNI, sementara ibunya mengajar di taman kanak-kanak. Setelah lulus sekolah, dia melanjutkan kuliah di Universitas AMIKOM Yogyakarta mengambil bidang Teknik Informatika.

Dunia nan digelutinya saat itu sangat jauh dari olahraga ketahanan. Ia pernah menjadi asisten dosen, berdagang perangkat keras komputer, hingga mengikuti kejuaraan overclocking nan terkenal di kalangan fans hardware pada masanya.

"Dulu saya malah mainnya hardware komputer," ujarnya.

Sepeda datang belakangan. Awalnya hanya sebagai aktivitas rekreasi seperti banyak orang lainnya. Namun semakin lama, Bambang justru lebih tertarik pada perjalanan nan semakin jauh.

Bukan kecepatan nan membuatnya tertarik, melainkan pengalaman berada berjam-jam sendirian di jalan.

Bambang Anggoro Jati saat mengikuti Transcontinental Race 2024. Foto: Dok. Istimewa

Ketertarikan itu perlahan membawanya masuk ke bumi ultra cycling, bagian bersepeda jarak jauh nan menuntut ketahanan bentuk dan mental dalam waktu nan panjang.

Di bumi ini, tantangannya bukan sekadar siapa nan paling sigap mencapai garis finis, melainkan siapa nan bisa memperkuat ketika tubuh mulai kehabisan tenaga, rasa kantuk datang berulang kali, dan jalan di depan terasa tidak pernah berakhir.

Dari tahun ke tahun, jarak nan ditempuh Bambang semakin panjang. Jika banyak orang lebih sering menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas, Bambang justru menghabiskan lebih banyak kilometer di atas sadel sepedanya.

Dalam setahun dia bisa menempuh 16.000 hingga 20.000 kilometer, nomor nan apalagi melampaui jarak tempuh sepeda motor pribadinya.

"Motor saya Vario 2015, tapi kilometernya kalah jauh sama sepeda," katanya.

instagram embed

Meski namanya sekarang dikenal luas di organisasi ultra cycling Indonesia, kehidupan Bambang tetap sederhana. Ia tetap tinggal di Gamping dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Bedanya, jalan nan dulu hanya membawanya berkeliling Yogyakarta sekarang telah membawanya menyeberangi pulau, mengikuti beragam arena ultra cycling, hingga bersiap menghadapi tantangan nan lebih besar lagi.

Sebelum dikenal sebagai Bembenx Ora Turu, Bambang Anggoro Jati hanyalah seorang anak Gamping nan suka bersepeda.

Namun dari jalan-jalan mini di sekitar rumahnya, dia perlahan menemukan sesuatu nan bakal mengubah hidupnya: gairah untuk terus mengayuh lebih jauh dari nan pernah dia bayangkan.

Tentang Mitra Liputan

Liputan ini didukung oleh Nutriflakes, sereal umbi garut pilihan family Indonesia. Melalui kerjasama ini, Nutriflakes dan Pandangan Jogja mengangkat kisah-kisah tentang style hidup aktif, ketahanan fisik, serta pentingnya menjaga pola makan dan kesehatan pencernaan dalam aktivitas sehari-hari.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan