SDN Keramat Serang Hanya Terima 7 Siswa Baru, Belajar Digabung Kelas 2

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Serang -

SD Negeri Keramat, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang sunyi fans dan hanya mendapatkan tujuh siswa baru pada tahun ini. Akibatnya, siswa kelas 1 kudu belajar dalam satu ruangan berbareng kelas 2 nan berjumlah 8 siswa.

Padahal, gedung dan akomodasi sekolah di SD Keramat tetap dalam kondisi baik. Sebenarnya, satu ruang kelas bisa menampung hingga 28 siswa sesuai dengan ketentuan.

Namun, sekolah tersebut berada jauh dari pemukiman penduduk dan justru dikelilingi oleh area industri Cikande.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat detikcom mendatangi area sekolah pada Selasa (21/7/2026) pagi, para siswa tetap menggelar aktivitas belajar mengajar di kelas. Ruang kelas untuk siswa kelas 1 dan 2, serta kelas 3 dan 4, terpaksa digabung.

Penggabungan ini dilakukan lantaran minimnya jumlah siswa serta keterbatasan tenaga pengajar, ialah hanya ada tiga pembimbing dan satu kepala sekolah.

Kepala Sekolah SDN Keramat, Aan Hernawati, mengatakan bahwa kelas 1 hanya diisi tujuh siswa, sedangkan kelas 2 berjumlah delapan siswa. Masing-masing kelas campuran tersebut diajar oleh satu pembimbing nan sama.

"Pembelajaran digabung, jadi satu papan tulis dibagi dua," kata Aan.

Aan menyebut kondisi minimnya siswa ini sudah berjalan sejak lama. Saat ini, sekolah hanya mempunyai total 74 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Jumlah siswa terbanyak berada di kelas 3, ialah 17 orang.

"Sebab, SD ini hanya menampung siswa dari dua kampung, ialah Kampung Keramat dan Kampung Kalong, nan mencakup dua RT," ujar Aan.

SD Negeri Keramat, Kecamatan Cikande, Kabupaten SerangKepala Sekolah SDN Keramat, Aan Hernawati. (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

Ia berambisi ada solusi untuk mengatasi persoalan kekurangan siswa ini. Jika ada SD lain di sekitarnya nan kelebihan kuota, dia berambisi pendaftar nan tidak tertampung bisa dialihkan ke SDN Keramat.

"Harapannya, misal ketika rombel (rombongan belajar) dari SD lain sudah terpenuhi sesuai SK, siswa nan tidak diterima bisa diarahkan ke sekolah kita," ungkapnya.

Aan menyebut, SDN Keramat pun kudu bersaing dengan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta.

"Karena mungkin lokasinya lebih dekat dari permukiman. Jadi nan tak diterima di SD negeri, mereka memilih ke sana," katanya.

Menurut Aan, dari segi akomodasi pendidikan, SD Keramat sangat memadai. SDN Keramat baru saja mendapatkan support meja-kursi baru serta akomodasi laptop untuk siswa.

"Kalau akomodasi baik, kami mendapat support dari pemerintah," ujarnya.

(aik/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News