SDN di Jaksel Diteror Ancaman Bom saat MPLS, Polisi Kerahkan Gegana

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ilustrasi Gegana Foto: Muhammmad Iqbal/Antara

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat dihentikan setelah pihak sekolah menerima ancaman peledak melalui pesan WA pada Senin (13/7). Polisi langsung mengerahkan Tim Gegana dan Densus 88 untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, hasil pemeriksaan sementara belum menemukan adanya bahan peledak. Meski begitu, proses penyisiran tetap terus dilakukan.

“Ini sudah dicek gegana dan Densus 88. Nihil, tapi tetap disisir, lagi disisir,” kata Nurma saat dikonfirmasi, Senin (13/7).

Nurma menjelaskan, laporan diterima polisi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, para pembimbing sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS sehingga baru mengetahui adanya pesan ancaman setelah aktivitas selesai.

“Laporannya separuh 8 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. sudah upacara baru liat wa nya kita langsung datang semuanya camat lurah,” ujarnya.

Menurut Nurma, pesan ancaman tersebut dikirim secara pribadi melalui WA kepada pembimbing kelas 1 dan staf tata upaya (TU) sekolah.

“Itu di WA dijapri pembimbing kelas satu sama TU,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, polisi mengevakuasi seluruh siswa dari area sekolah sebelum proses penyisiran dilakukan.

“Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” tutur Nurma.

Berdasarkan info nan beredar di media sosial, pesan dari orang tak dikenal itu berisi ancaman bahwa peledak telah dipasang di 11 titik di lingkungan sekolah. Pesan serupa disebut dikirim sebanyak dua kali.

Hingga Senin siang, Tim Gegana tetap melakukan sterilisasi di area sekolah untuk memastikan situasi betul-betul aman.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan