Satu-satunya Keuntungan Timnas Indonesia Setelah Banyak Pemain Diaspora Main di Super League 2025-2026

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Satu-satunya Keuntungan Timnas Indonesia Setelah Banyak Pemain Diaspora Main di Super League 2025-2026

Timnas Indonesia sedikit diuntungkan dengan banyaknya pemain diaspora main di Super League 2025-2026. (Foto: PSSI)

SEJUMLAH pemain diaspora Timnas Indonesia saat ini berkarier di kompetisi Super League 2025-2026. Apakah kejadian tersebut menjadi untung bagi skuad Garuda menjelang Piala AFF 2026?

1. Total 10 Pemain Diaspora Putuskan Pulang ke Indonesia di Musim 2025-2026

Kehadiran pemain naturalisasi di Super League musim ini menjadi kejadian menarik. Sebab, total ada 10 pemain naturalisasi nan melanjutkan kariernya di dalam negeri. 

 Instagram/@dion.markx) Dion Markx gabung Persib Bandung di awal 2026. (Foto: Instagram/@dion.markx)

Awal musim ada lima pemain diaspora nan memilih berkarier di Super League 2025-2026, ialah Jordi Amat, Eliano Reijnders, Thom Haye, Rafael Struick, dan Jens Raven. Kemudian jumlahnya bertambah lima pada bursa transfer paruh musim. Pemain naturalisasi nan ‘pulang kampung’ pada periode itu adalah Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, Dion Markx, dan Cyrus Margono. 

Eksodus pemain diaspora Indonesia kembali ke Tanah Air boleh dikatakan menjadi berkah tersendiri bagi Timnas Indonesia. Terkhusus ketika Skuad Garuda melakoni agenda di luar almanak FIFA seperti Piala AFF 2026. Sebab, pembimbing John Herdman bisa memanggil para pemain tersebut tanpa perlu memikirkan bakal dilepas klubnya alias tidak. 

Meski demikian, pengamat sepakbola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai eksodus pemain diaspora tersebut tidak membikin Timnas Indonesia banyak diuntungkan. Keuntungan nan bakal sangat terasa adalah, para pemain dapat berkumpul lebih sigap dan sudah tidak perlu lagi beradaptasi dengan cuaca. 

“Keuntungannya tidak banyak. Timnas hanya diuntungkan saat TC,” kata Kesit kepada Okezone, Senin (2/3/2026).

“Para pemain diaspora nan berkecimpung di Super League lebih mudah dikumpulkan dan sudah bisa langsung beradaptasi. Mereka lebih sigap menyatu dengan suasana sepakbola nasional, khususnya dengan pemain-pemain timnas nan berasal dari klub Super League,” sambung Kesit.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com