Satu Lagi Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI UNIFIL nan luka terkena ledakan di Lebanon gugur setelah dirawat di RS Beirut. Foto: X/ @UNIFIL_

Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Prajurit TNI nan tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Kopral Rico Pramudia, gugur setelah nyaris sebulan menjalani perawatan intensif di Beirut akibat luka berat terkena serangan artileri.

Kepergian Rico menambah daftar prajurit Indonesia nan gugur di tengah eskalasi bentrok Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan. Perdamaian, seperti biasa, sering dijaga oleh orang-orang nan justru paling dulu menanggung akibat perang.

UNIFIL Konfirmasi Gugurnya Kopral Rico

UNIFIL mengumumkan berita duka tersebut pada Jumat (24/4). Rico meninggal bumi setelah dirawat akibat luka serius.

"UNIFIL menyesalkan gugurnya prajurit perdamaian Indonesia, Kopral Rico Pramudia (31), akibat luka berat saat dirawat di RS Beirut," kata keterangan resmi UNIFIL.

UNIFIL juga menyampaikan belasungkawa kepada family almarhum, TNI, pemerintah Indonesia, dan masyarakat Indonesia.

"UNIFIL menyampaikan duka nan mendalam, kepada family dan rekan-rekan dari Kopral Pramudia, juga kepada TNI, pemerintah, serta segenap rakyat Indonesia atas kehilangan nan tragis ini," tulis UNIFIL.

video from internal kumparan

Terluka Sejak Serangan 29 Maret

Rico sebelumnya mengalami luka berat akibat ledakan proyektil artileri di wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Dalam kejadian nan sama, Praka Farizal Romadhon gugur di lokasi. Keduanya merupakan bagian dari Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Sejak saat itu, Rico menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut. Namun nyawanya tak tertolong.

Empat Prajurit Indonesia Gugur

Dengan wafatnya Rico, jumlah personel Indonesia nan gugur dalam rangkaian bentrok di Lebanon bertambah menjadi empat orang.

Sebelumnya, tiga prajurit nan lebih dulu gugur adalah:

  1. Praka Farizal Romadhon

  2. Sertu Muhammad Nur Ichwan

  3. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar

Seluruhnya gugur saat meningkatnya bentrok bersenjata antara Israel dan Hizbullah.

Kendaraan UNIFIL melaju di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, pada 27 Maret 2026. Foto: Karamallah Daher/REUTERS

Indonesia Kutuk Serangan Israel

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras serangan artileri tank Israel nan menyebabkan gugurnya Rico.

"Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel nan menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap norma internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," demikian pernyataan Kemlu melalui akun X, Jumat (24/4).

Kemlu menilai serangan terhadap personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat dibenarkan dan kudu dipertanggungjawabkan.

RI Desak Investigasi PBB

Pemerintah Indonesia menyatakan bakal terus mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel atas kejadian tersebut.

"Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar," ujar Kemlu.

Indonesia juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan guna memperkuat perlindungan seluruh personel di lapangan, termasuk pertimbangan aspek keamanan di wilayah operasi UNIFIL.

Bendera negara pengirim kontingen UNIFIL, pasukan perdamaian di Lebanon Selatan. Foto: Dok UNIFIL

Pemerintah Siapkan Pemulangan Jenazah

Kemlu memastikan negara bakal memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum atas pengabdiannya menjaga perdamaian dunia.

"Negara datang untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia," kata Kemlu.

Pemerintah sekarang berkoordinasi dengan UNIFIL untuk mempercepat proses repatriasi alias pemulangan jenazah ke Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan