Di Taman Wisata Alam Posong, Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, ini empat orang merupakan satu family dari Semarang ditemukan tewas .(MI/Akhmad Safuan )
DIDUGA akibat keracunan saat berwisata, satu family merupakan suami istri dan dua anak ditemukan meninggal bumi di sebuah tempat wisata. Mereka ditemukan meninggal bumi di dalam tenda camping Glamping Safari Nomor 3 Taman Wisata Alam Posong, Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (28/5) hingga siang puluhan pelayat terus berdatangan di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, setelah datangnya berita atas meninggalnya satu family terdiri dari suami istri dan dua anak saat berekreasi di Temanggung.
Sejumlah karangan kembang ucapan bersungkawa cita juga terlihat terpasang di depan dan laman rumah nan sudah dipasang tenda untuk pelayat sembari menunggu kehadiran jenazah satu keluarga. Satu family tersebut ialah Muhamad Ali Munawar, 52, Maghfirah, 43, Bagas Amar Hakiki, 21, dan Alvino Evan Hakim, 16.
"Kita tetap menunggu kehadiran jenazah setelah proses otopsi di rumah sakit di temanggung selesai," ujar Muhamad Faerudin, 50, sepupu dari korban Muhamad Ali Munawar.
Menurut dia, family baru mendapatkan berita meninggalnya satu family tersebut pada Rabu (27/5) pukul 22.00 WIB.
Setelah mendapatkan berita mengejutkan itu, lanjut Muhamad Faerudin, pihaknya segera memastikan kebenaran dengan mendatangi ke rumah sakit dan kepolisian Temanggung. Sedangkan family lain di Banyubiru, Kabupaten Semarang, juga melakukan persiapan penyambutan jenazah dan persiapan prosesi pemakaman.
Meskipun belum mengetahui secara pasti penyebab kematian satu family itu lantaran tetap menunggu hasil visum dan otopsi dari tim medis, namun pemakaman telah dipersiapkan di TPU Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
"Informasinya keracunan, tetapi kita belum tahu keracunan apa," tambahnya.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah Kepala Satuan Reskrim Polres Temanggung AKP Komang Mahendra Deputra mengatakan peristiwa meninggalnya empat orang dalam satu family di lokasi wisata ini, baru diketahui pada Rabu (27/5) sekitar pukul 16.00 WIB setelah para korban menginap di tenda glamping sejak Selasa (26/5).
"Para korban ditemukan meninggal bumi ketika waktu checkout pukul 11.40 WIB dipanggil oleh petugas tapi tidak ada jawaban. Kemudian petugas kembali lagi pada pukul 15.30 WIB dan petugas membuka pintu lantaran tidak ada interaksi," ujar Komang Mahendra Deputra, Kamis (28/5).
Saat petugas membuka pintu tenda, ungkap Komang Mahendra Deputra, keempat korban merupakan satu family ditemukan telah meninggal dunia, sehingga kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.
"Dugaan sementara satu family ini meninggal bumi lantaran keracunan makanan," tambahnya
Untuk memastikan penyebab kematian korban, menurut Komang Mahendra Deputra, selain dilakukan visum dan otopsi, petugas telah membawa sampel makanan ke laboratorium berupa makanan dibawa korban dan perlengkapan BBQ seperti daging dan perlengkapan portable lainnya untuk dilakukan pengujian.
Sedangkan jenazah para korban, demikian Komang Mahendra Deputra, tetap berada di RSUD Temanggung untuk dilakukan autopsi.
"Kita memastikan tidak ada tanda kekerasan bentuk di tubuh korban saat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," imbuhnya. (AS/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·