Jakarta, CNN Indonesia --
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap laki-laki berinisial YB (34) nan diduga menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) HSSBI Kodap XVI Yahukimo dalam operasi penegakan norma di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
YB diringkus personel campuran Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 pada Senin (18/5) sekitar pukul 15.42 WIT di area ruang tunggu Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani mengatakan penangkapan tersebut merupakan bagian dari langkah penegakan norma terhadap golongan nan diduga terlibat dalam gangguan keamanan di Papua Pegunungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penindakan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan nan dilakukan abdi negara di Yahukimo. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah amunisi dan barang-barang nan diduga berangkaian dengan aktivitas golongan bersenjata. Saat ini seluruh temuan tetap didalami untuk kepentingan investigasi lebih lanjut," kata Faizal dalam keterangannya, Rabu (20/5).
Dari penangkapan itu, petugas kemudian melakukan penggeledahan di sebuah rumah di area Kali Merah, Kota Dekai, Selasa (19/5) sekitar pukul 16.50 WIT.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah peralatan bukti berupa amunisi beragam kaliber, selongsong peluru, senjata tajam, senapan angin serta sejumlah komponen nan diduga berangkaian dengan perakitan senjata.
Pada penggeledahan itu, petugas juga mengamankan seorang laki-laki berinisial RK (27) namalain KK nan diduga merupakan personil KNPB wilayah Yahukimo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, interogator menduga amunisi nan ditemukan di rumah YB merupakan titipan golongan HSSBI nan diduga bakal digunakan untuk mendukung tindakan gangguan keamanan di wilayah Yahukimo.
Masih dari penyelidikan, YB juga diduga terlibat berbareng sejumlah personil golongan HSSBI dalam beragam tindakan kekerasan di wilayah tersebut. Termasuk dugaan pembuatan video pernyataan sikap pasca tindakan penembakan terhadap kendaraan sipil di area jalan masuk Gereja Katolik Yahukimo pada April 2026.
Faizal menyampaikan abdi negara bakal terus melakukan langkah-langkah norma secara ahli dan terukur guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
"Kami berkomitmen melakukan penegakan norma secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur terhadap setiap pihak nan diduga terlibat dalam tindakan gangguan keamanan nan meresahkan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga menyebut pendalaman tetap terus dilakukan untuk mengungkap jaringan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
"Tim saat ini tetap melakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan terhadap pihak-pihak nan diamankan, termasuk mendalami keterkaitan dengan sejumlah tindakan gangguan keamanan nan terjadi di Yahukimo," tutur dia.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh info nan belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami membujuk masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung proses penegakan norma nan sedang dilakukan aparat," kata dia.
Atas perbuatannya, keduanya diduga melanggar ketentuan mengenai kepemilikan dan penguasaan amunisi serta senjata tanpa kewenangan sebagaimana diatur dalam Pasal 306 dan Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), nan mengatur larangan memiliki, menyimpan, membawa, alias menguasai senjata, amunisi, dan bahan rawan tanpa izin nan sah.
Selain itu, interogator juga mendalami kemungkinan penerapan pasal lain mengenai perbantuan, permufakatan jahat, maupun keterlibatan dalam golongan nan melakukan tindak pidana bersenjata sesuai hasil penyidikan.
(dis/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·