Krisis pasokan chip memori nan sedang berjalan dunia diperkirakan makin akut bersambung hingga 2028, menurut perusahaan Samsung asal Korea Selatan, nan mempunyai bagian Device Solutions nan memproduksi dan memasok sekitar sepertiga chip memori dunia.
Jaejune Kim, Executive VP of Memory Business Samsung, menyebut kondisi ini bisa menyebabkan menurunnya pasokan chip untuk perangkat nan unik disediakan bagi konsumen.
"Kekurangan pasokan pada tahun 2027 diperkirakan bakal memburuk dibandingkan tahun ini, dan diperkirakan bakal bersambung pada tahun 2028," kata Jaejune, mengutip Reuters.
Kendati demikian, Samsung sudah mengantisipasi kondisi ini. Samsung telah menandatangani kesepakatan dengan sejumlah perusahaan untuk memastikan pasokan mereka kondusif selama lima tahun ke depan.
Kesepakatan dengan sejumlah perusahaan itu bakal menjamin kesiapan pasokan chip untuk Samsung sebesar 60 hingga 70 persen dari total kapasitasnya, mencakup pembayaran di muka dan deal nilai di awal untuk melindungi akibat investasi modal perusahaan.
Device Solutions, bagian semikonduktor Samsung membukukan untung operasional sebesar 61,7 miliar dolar AS alias sekitar Rp 1.116 triliun (kurs Rp 18.095) pada Q2 2026, meningkat lebih dari 250 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan dunia untuk memori berkecepatan tinggi (High Bandwidth Memory/HBM4, SOCAMM2, dan SSD server) untuk pusat info AI. Ditambah, nilai rata-rata jual DRAM naik hingga pertengahan 40% dan NAND naik hingga mendekati 70% hanya dalam satu kuartal.
Namun di sisi lain, bagian mobile Samsung mencatat rugi 700 miliar won pada Q1 2026, alias sekitar Rp 8,7 triliun.
"Chip nan menguntungkan satu sisi Samsung sekarang merugikan sisi lainnya, membikin grup tersebut lebih rentan dari sebelumnya terhadap nilai memori dan keberlanjutan permintaan dari penyedia jasa cloud skala besar," kata Josh Gilbert, seorang analis di eToro.
Meski mengalami kerugian pada disivi mobile, berasas laporan finansial resmi Q2 2026 Samsung Electronics, pendapatan perusahaan Korea Selatan itu meningkat 130% menjadi 171,5 triliun won pada kuartal tersebut dibandingkan periode nan sama di tahun sebelumnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·