Sambut Tahun Baru Hijriah, Nikah Massal Digelar di Majalengka

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Sambut Tahun Baru Hijriah, Nikah Massal Digelar di Majalengka Bupati Majalengka Eman Suherman menjadi saksi dalam pernikahan massal nan digelar di Kecamatan Jatitujuh.(MI/NURUL HIDAYAH)

SAMBUT tahun baru Islam 1448 Hijriah, sebanyak 10 pasangan pengantin mengikuti program nikah massal gratis. Acara digelar oleh Panitia Hari Besar Keagamaan (PHBI) Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Senin (15/6).

Kegiatan nan berjalan di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatitujuh itu menjadi bagian dari rangkaian menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Sebanyak sepuluh pasangan nan berasal dari beragam desa di wilayah Kecamatan Jatitujuh mengikuti prosesi pernikahan. Sebagian besar peserta merupakan pasangan nan baru pertama kali melangsungkan pernikahan.

"Kami sangat senang dan berterima kasih bisa menikah. Apalagi aktivitas ini cuma-cuma dan dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka," ungkap Hari Setiawan dan Nunung, pasangan pengantin asal Desa Pilangsari.

Sepasang pengantin tersebut mengaku memilih mengikuti nikah massal lantaran biaya pernikahan nan dinilai cukup tinggi jika dilaksanakan secara mandiri.

Perasaan serupa disampaikan pasangan Safei dan Anisah dari Desa Pangkalanpari. Keduanya mengaku rencana pernikahan sebenarnya sudah disusun sejak tahun lalu, namun tertunda lantaran keterbatasan biaya.

"Kami sudah merencanakan pernikahan sejak lama, tetapi baru kali ini bisa terlaksana lantaran ada program nikah massal gratis," ujar mereka.

Sementara itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengapresiasi atas terselenggaranya aktivitas tersebut. Program nikah massal menjadi terobosan nan positif dan baru pertama kali digelar di Kabupaten Majalengka.

"Biasanya nan dilakukan adalah isbat nikah. Namun kali ini nan dilaksanakan adalah nikah massal bagi pasangan nan memang belum menikah secara resmi. Ini sangat baik lantaran membantu masyarakat dan memberikan kemudahan bagi pasangan nan mau membangun family secara sah," tuturnya.

Dia menilai program nikah massal dapat membantu masyarakat menekan biaya pernikahan sekaligus mendorong efisiensi pengeluaran tanpa mengurangi makna sakral dari sebuah pernikahan.

Selain menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, aktivitas ini juga menjadi corak kepedulian terhadap masyarakat nan mempunyai keterbatasan ekonomi namun mau melangsungkan pernikahan secara resmi sesuai patokan kepercayaan dan negara.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia