Sambut Jakarta 5 Abad, Pemprov DKI Bangun Jalur Bawah Tanah Hubungkan Hotel-MRT

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam bertemu pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana pembangunan konektivitas bawah tanah nan bakal menghubungkan Stasiun MRT Bundaran HI dengan sejumlah hotel sebagai bagian dari persiapan menyambut usia Jakarta ke-500 tahun alias 5 abad pada 2027 mendatang.

Pramono mengatakan proyek tersebut saat ini tengah dikerjakan melalui kerja sama dengan pihak swasta tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Termasuk nan sekarang nan dibangun, Bundaran HI, walaupun enggak terlihat sebenarnya lagi dibangun, itu kita kerja sama dengan salah satu lembaga swasta nilainya Rp132 miliar, sepenuhnya mereka nan membiayai,” kata Pramono dalam sambutannya di area Jakarta Pusat, Rabu (24/6).

Pram menjelaskan, jalur bawah tanah tersebut bakal menghubungkan 4 hotel nan berada di area Bundaran HI, ialah Hotel Grand Hyatt, Hotel Pullman, Hotel Mandarin Oriental, dan Hotel Indonesia Kempinski, dengan Stasiun MRT Bundaran HI serta akomodasi Transjakarta.

“Karena kami sekarang ini sedang menghubungkan antara Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, Kempinski, lewat bawah, sehingga tidak ada lagi orang melakukan penyeberangan di atas zebra cross. Kemudian langsung masuk ke MRT ataupun ke akomodasi Transjakarta,” ujarnya.

Suasana car free day (CFD) di area Bundaran HI pada Minggu (29/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menurut Pramono, proyek itu diharapkan menjadi salah satu bingkisan bagi penduduk Jakarta menjelang seremoni 5 abad tahun depan.

“Termasuk nan di Bundaran HI, mudah-mudahan ini bakal menjadi bingkisan Jakarta untuk ulang tahun 500 tahun tahun depan,” ucapnya.

Dalam kesempatan nan sama, Pramono mengatakan Pemprov DKI tengah menyiapkan pembangunan pedestrian deck di area Dukuh Atas untuk menghubungkan beragam moda transportasi nan selama ini belum terintegrasi secara optimal.

“Akhirnya saya memutuskan untuk dibuat pedestrian deck di atas patung Jenderal Sudirman. Dan itulah nan bakal menghubungkan (antarmoda) sehingga dengan demikian orang jika mau ke airport nantinya saya membayangkan enggak perlu lagi check-in-nya (di bandara), check-in-nya ada di situ (di Sudirman) juga sudah cukup,” ujar Pram.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan