Sebelumnya, polisi meringkus enam orang pelajar dan menjadikan mereka tersangka atas kasus pengeroyokan berujung tewasnya seorang siswa SMAN 5 Bandung Muhammad Fahdly Arjasubrata. Pengeroyokan terjadi di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026 awal hari.
“Kami sudah menetapkan enam tersangka nan diduga menjadi pelaku mengenai peristiwa meninggalnya korban anak di bawah umur,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton di Bandung, Selasa (21/4/2026). Dilansir Antara.
Anton mengatakan seluruh pelaku merupakan pelajar tingkat SMA. Karena status mereka tetap di bawah umur, maka penanganan dilakukan dengan pendampingan anak berhadapan hukum.
“Kami berkoordinasi juga dengan pihak-pihak terkait, dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah kemudian dengan Dinas Sosial dan kemudian dengan Balai Pemasyarakatan untuk memberikan pendampingan dan pemeriksaan kepada para pelaku,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung Agus Ferdiana menyerahkan penanganan kasus dugaan pengeroyokan nan menewaskan siswanya, Muhammad Fahdly Arjasubrata kepada polisi.
“Hormati proses dari kepolisian nan sedang melangkah untuk mengungkap fakta,” kata dia.
Dia mengimbau semua pihak untuk bijak dan menahan diri serta tidak menyebarkan spekulasi maupun konten visual mengenai peristiwa tersebut. Pihak sekolah juga mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengungkap kebenaran sebenarnya secara profesional.
Sebelumnya, sebuah rekaman video amatir nan diduga menampilkan tindakan berantem di area Cihampelas pada Jumat (13/3) malam itu viral di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat seorang laki-laki nan diduga menjadi korban pengeroyokan terbaring di pinggir jalan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·