Guru Besar Unhan: Lanskap Pertahanan Bergeser dari Konvensional Menuju Ancaman Siber!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 23 April 2026 |00:14 WIB

 Lanskap Pertahanan Bergeser dari Konvensional Menuju Ancaman Siber!

Guru Besar Tetap Ilmu Kebijakan Publik Unhan Aris Sarjito

JAKARTA - Guru Besar Tetap Ilmu Kebijakan Publik, Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Prof Aris Sarjito, menyebut, Negara tidak boleh tertinggal oleh era nan bergerak tanpa kompromi. Dalam konteks pertahanan, modernisasi adalah keniscayaan.

‘’Modernisasi bukan lagi agenda pilihan, melainkan kebutuhan strategis nan menentukan masa depan negara,’’ ujar Aris Sarjito saat pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Unhan, Rabu (22/4/2026).

Aris menekankan, bahwa lanskap pertahanan dunia telah bergeser drastis dari ancaman konvensional menuju ancaman hibrida, siber dan berbasis data.

‘’Dalam konteks ini, integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) menjadi fondasi baru kebijakan pertahanan,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, algoritma sekarang bisa membaca pola ancaman dalam hitungan detik, melampaui kapabilitas kajian manusia, sekaligus mendorong transformasi sistem pertahanan dari reaktif menjadi prediktif dan adaptif.

‘’Namun, di kembali kelebihan tersebut, muncul dilema strategis. Penggunaan sistem otonom dan kepintaran buatan menuntut kerangka etika dan norma nan kuat agar tidak menggerus akuntabilitas dan nilai kemanusiaan,’’ lanjutnya.

Aris menggarisbawahi bahwa tantangan modernisasi tidak semata datang dari luar, tetapi justru dari dalam sistem pemerintahan itu sendiri. Dia menyebut resistensi birokrasi, struktur organisasi nan rigid, serta keterbatasan penyesuaian sebagai aspek utama nan memperlambat transformasi kebijakan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com