Ilustrasi.(Magnific)
SAHAM raksasa teknologi Intel melonjak tajam dalam perdagangan pra-pasar (premarket) pada Kamis (18/6/2026), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Apple setuju untuk bekerja sama dengan Intel dalam merancang dan memproduksi cip di dalam negeri.
Saham Intel tercatat naik lebih dari 7% menjadi US$129,84. Jika nomor ini memperkuat hingga penutupan perdagangan, perusahaan nan berbasis di Santa Clara tersebut bakal mencatatkan rekor nilai saham tertinggi sepanjang masa (all-time high).
Melalui unggahan di platform Truth Social, Presiden Trump menyatakan bahwa kemitraan Apple-Intel merupakan langkah terbaru dari support pemerintah AS terhadap Intel. Sebagai catatan, pemerintah federal mengambil 10% saham di perusahaan tersebut pada tahun lalu.
"Saya memutuskan untuk membantu Intel lantaran kita perlu merancang dan membangun cip kita di sini, di Amerika," tulis Trump dalam unggahannya.
Laporan mengenai kerjasama itu sebenarnya terendus sejak Mei lalu. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Apple dan Intel mencapai kesepakatan awal bagi Intel untuk memproduksi beberapa cip perangkat Apple setelah melalui negosiasi intensif selama lebih dari satu tahun.
Lonjakan Signifikan Investasi AS
Kinerja saham Intel menunjukkan tren positif nan luar biasa sejak pemerintah AS mengumumkan investasinya pada Agustus tahun lalu. Nilai saham Intel dilaporkan melonjak empat kali lipat sejak periode tersebut.
Selain Apple, Presiden Trump menyebut bahwa kemitraan ini menyusul kesepakatan serupa nan dijalin Intel dengan Nvidia dan Terrafab, perusahaan nan dijalankan oleh Elon Musk.
Catatan Redaksi: Hingga buletin ini diturunkan, baik pihak Apple maupun Intel belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kemitraan tersebut. Kedua perusahaan juga tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai pernyataan Presiden Trump.
Langkah strategis ini dipandang sebagai upaya besar AS untuk mengurangi ketergantungan pada manufaktur semikonduktor luar negeri dan memperkuat kedaulatan teknologi di tanah air. Namun, di sisi lain, Apple sebelumnya sempat memperingatkan ada potensi kenaikan nilai produk akibat biaya produksi cip nan lebih tinggi seiring dengan masifnya pengembangan teknologi AI. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·