ilustrasi kebijakan fiskal.(MI)
WAKIL Ketua DPR RI Saan Mustopa memberikan respons positif terhadap pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 nan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Saan menilai indikator-indikator ekonomi nan dipaparkan membawa angin segar dan optimisme di tengah situasi perubahan nilai tukar rupiah saat ini.
Hal tersebut disampaikan Saan usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
"Ya, apa nan disampaikan oleh Presiden ya mengenai dengan soal Kerangka Ekonomi Makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, itu nan pertama tentu menggambarkan semangat heroisme, patriotisme dengan merujuk kepada pasal 33 UUD 1945. Dan nan kedua juga menggambarkan tentang optimisme ya, ekonomi kita setahun ke depan," ujar Saan.
Menurut Saan, kehadiran langsung Presiden Prabowo di podium paripurna untuk membacakan KEM-PPKF merupakan bukti nyata kesungguhan pihak pelaksana dalam menata masa depan ekonomi bangsa. Ia meyakini, rancangan nan matang ini bakal membawa perbaikan menyeluruh pada parameter ekonomi nasional pada 2027.
"Penyampaian KEM dan pokok-pokok kebijakan fiskal ini dilakukan oleh Presiden ini sebagai sebuah kesungguhan pemerintah dalam perihal ini Presiden tentang untuk membangun perekonomian kita tahun depan ya, nan menurut saya jauh lebih baik lagi. Dari kerangka ekonomi makro nan tadi disampaikan itu menggambarkan mengenai dengan optimisme tahun nan bakal datang. Ekonomi kita di 2027 nan bakal datang, saya percaya bakal mengalami perbaikan dan peningkatan nan signifikan dari semua parameter tadi nan disampaikan oleh Presiden," urai politisi Partai NasDem tersebut.
Menanggapi kekhawatiran publik mengenai tren pelemahan nilai tukar rupiah dan dinamika pasar modal belakangan ini, Saan meminta semua pihak untuk tetap tenang. Ia menilai pergerakan pasar saat ini tetap dalam pemisah nan wajar dan meyakini tim ekonomi pemerintah telah menyiapkan alas kebijakan nan kuat.
"Saya percaya ya bahwa hari ini ada perubahan ya mengenai dengan Rupiah maupun saham, itu menurut saya perihal nan biasa saja, perihal nan wajar. Tapi saya percaya pemerintah sudah mengantisipasi, sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah penurunan baik Rupiah terhadap Dolar maupun juga Indeks Saham Gabungan juga itu sudah disiapkan langkah-langkahnya," tegas Saan.
Saan optimistis bahwa lewat strategi mitigasi nan telah disiapkan oleh pemerintah, tekanan terhadap sektor moneter dan pasar modal dalam negeri bakal segera mereda dalam waktu dekat. "Yang ke depan insyaallah bakal bisa tertahan dan mulai pulih kembali," pungkasnya. (Faj/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·