loading...
Badai Matahari. Foto/ NASA
MOSCOW - Pada tanggal 19 Mei, wahana antariksa SMILE – sebuah proyek kerjasama antara Badan Antariksa Eropa dan AkademiIlmu Pengetahuan China – diluncurkan ke orbit untuk mempelajari angin besar mentari dan dampaknya terhadap medan magnet Bumi.
SMILE, singkatan dari Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer, diluncurkan oleh roket Vega-C pada pukul 03.52 pagi (waktu internasional) dari Pusat Antariksa Eropa di Kourou, Guyana Prancis, di pantai timur laut Amerika Selatan.
Sekitar 55 menit setelah lepas landas, wahana antariksa tersebut terpisah dari roket pada ketinggian sekitar 700 km untuk melanjutkan perjalanannya ke orbit elips besar, puluhan ribu kilometer di atas permukaan Bumi.
Sesuai rencana, saat terbang di atas Antartika, SMILE bakal beraksi pada ketinggian sekitar 5.000 km untuk mengirimkan info ke stasiun penelitian Bernardo O'Higgins.
Saat bergerak di atas Arktik, wahana antariksa tersebut dapat mencapai ketinggian hingga 121.000 km. ESA mengatakan orbit ini bakal memungkinkan misi tersebut untuk mengawasi Aurora Borealis secara terus menerus selama 45 jam untuk pertama kalinya.
SMILE berukuran sebesar truk pikap dan dirancang untuk mempelajari angin besar mentari – kejadian nan terjadi ketika angin mentari dan semburan plasma dari Matahari berbenturan dengan perisai magnetik Bumi.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·