Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 30 September 2026 |14:03 WIB

Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000, BI Bakal Naikkan Suku Bunga? (Foto: Bank Indonesia)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) buka bunyi mengenai kesempatan penyesuaian suku kembang referensi BI-Rate di tengah tekanan terhadap nilai tukar Rupiah nan sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menegaskan, setiap pengambilan keputusan mengenai suku kembang referensi berkarakter info dependent alias sangat berjuntai pada perkembangan info serta parameter ekonomi terkini.
"Jadi suku kembang kebijakan itu info dependent, ada nan bisa bilang sekarang apa nan bakal diambil oleh BI dalam RDG bulan depan, RDG November alias RDG Desember," kata Erwin dalam Taklimat BI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Erwin menekankan bahwa BI pada dasarnya telah mempunyai sejumlah proyeksi serta perkiraan mengenai dinamika perkembangan ekonomi hingga penutupan tahun 2026.
Meski demikian, Rapat Dewan Komisioner (RDG) bulanan bakal selalu melakukan asesmen komprehensif terhadap kondisi terbaru serta memutakhirkan prospek ekonomi sebelum menetapkan arah kebijakan moneter.
Pertimbangan tersebut diambil guna memastikan respons kebijakan nan dieksekusi merupakan langkah paling proporsional untuk memelihara stabilitas nilai tukar sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Apapun keputusan nan diambil oleh BI semuanya sifatnya info dependent, dan mudah-mudahan itu menjadi bagian dari respon terbaik nan bisa diberikan oleh Indonesia untuk tetap menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," tegas Erwin.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·