Rupiah Melemah, Purbaya : Itu Yurisdiksi Bank Sentral

Sedang Trending 56 menit yang lalu
 Itu Yurisdiksi Bank Sentral Menkeu Purbaya(MI/Insi N J)

PEMERINTAH dalam perihal ini Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tetap menyerahkan penanganan gejolak nilai tukar rupiah kepada Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas nan mempunyai mandat menjaga stabilitas mata uang. Meski demikian, koordinasi antara pemerintah dan bank sentral tetap melangkah secara rutin dan dapat ditingkatkan andaikan diperlukan.

Purbaya mengatakan pemerintah saat ini belum memandang kebutuhan untuk menggelar rapat unik mengenai pelemahan rupiah nan dalam beberapa hari terakhir mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

“Pertama itu kan yurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal saja,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurut dia, pemerintah bakal membuka ruang koordinasi nan lebih intensif andaikan terdapat kebutuhan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar. Namun selama ini, penanganan pergerakan rupiah tetap berada dalam kewenangan BI.

“Kalau ada koordinasi nan bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai tukar, kita bakal lakukan. Tapi sekarang tetap dalam yurisdiksi Bank Sentral kita. Kecuali Bank Sentral minta rapat cepat, ya kita bakal rapat cepat,” katanya.

Menanggapi pelemahan rupiah nan terjadi dalam beberapa hari terakhir, Purbaya menilai pergerakan tersebut tidak lepas dari beragam sentimen dan rumor nan berkembang di pasar.

Ia mencontohkan adanya rumor nan menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test andaikan rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS. Menurutnya, info tersebut tidak betul adanya.

“Ada nan bilang saya suruh perbankan melakukan stress test jika rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya tidak pernah rumor seperti itu,” tegasnya.

Menurut Purbaya, beragam rumor nan beredar di pasar dapat memengaruhi persepsi pelaku pasar dan mendorong sentimen negatif terhadap rupiah dalam jangka pendek. Meski demikian, dia menekankan konsentrasi utama pemerintah tetap menjaga fondasi ekonomi nasional agar tetap kuat dan bisa menopang stabilitas jangka panjang.

“Kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi agar ekonominya melangkah terus semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah bakal ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi konsentrasi saya di situ,” tuturnya. (Fal/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia