Liputan6.com, Jakarta - Suasana akhir pekan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, mendadak mencekam. Gara-gara sarapan nasi uduk, ketenangan penduduk sekitar berubah menjadi ketakutan. Perselisihan mini berubah menjadi bentrok besar. Korban pun tak terhindarkan.
Pagi itu, ketika sekelompok orang terlibat perselisihan pukul 10.00 Wib. Pemicunya gara-gara pesanan sarapan nasi uduk. Kelompok itu merasa tak dilayani lampau emosi.
"Jadi ada golongan dari nan diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik alias tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Minggu (26/6/2026).
Sekelompok orang itu sempat pergi. Rupanya, masalah belum betul-betul selesai. Mereka kembali dengan membawa sejumlah rekannya. Sempat terjadi adu mulut. Lalu gerobok penjual uduk dirusak.
"Salah satu golongan ya dari warung tuh mungkin disuruh tutup kayak enggak terima gitu kali ya. Jadi warganya dorong-dorong gerbang. Terus si golongan satunya enggak terima, mereka keluar semua," kata Yuli, penduduk setempat saat ditemui Liputan6.com di lokasi.
Menurut Yuli, situasi berubah dengan cepat. Kedua golongan saling melempar batu apalagi beberapa orang terlihat menenteng senjata tajam. Suasana begitu mencekam. Aksi saling serang tak terhindarkan. Api menyala. Beberapa motor dibakar. Puing berserakan. Darah berceceran. Korban berjatuhan.
"Kejar-kejaran. Terus kan pas arah sebelah pintu kanan kan ada nan jebol, jadi si penduduk masuk ke situ terus langsung dibakar gitu," katanya.
Bentrokan baru mereda sekitar pukul 14.00 WIB setelah abdi negara kepolisian datang mengendalikan situasi.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·